ADVERTISEMENT

IHSG Loyo ke 7.136 Imbas The Fed Naikkan Bunga, Cek Rekomendasi Saham di Sini

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Kamis, 22 Sep 2022 09:17 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada penutupan perdagangan di BEI Jumat (19/11). IHSG berada pada level 6.720,26.
IHSG Loyo ke 7.136 Imbas The Fed Naikkan Bunga, Cek Rekomendasi Saham di Sini/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dibuka melemah. IHSG turun 51 poin (0,72%) ke level 7.136 usai The Fed menaikkan bunga acuan 75 basis poin (bps).

Dikutip dari data RTI, Kamis (22/9/2022), IHSG berada di level tertingginya pada 7.188 dan terendahnya di 7.127. Sebanyak
127 saham naik, 223 turun, dan 173 stagnan.

Dikutip dari riset Artha Sekuritas, bursa Amerika Serikat (AS) ditutup melemah. Dow Jones ditutup 30.183,78 (-1,70%), NASDAQ ditutup 11.220,19 (-1,79%), S&P 500 ditutup 3.789,93 (-1,71%).

Indeks utama Wall Street kompak melemah karena mencerna kenaikan suku bunga The Fed yang sangat besar, dan komitmennya untuk mempertahankan kenaikan suku bunga hingga 2023 untuk memerangi inflasi. The Fed menaikkan suku bunga kebijakan sebesar 75 basis poin untuk ketiga kalinya ke kisaran 3.00%-3.25%.

Kenaikan ini sesuai dengan ekspektasi sebagian besar pelaku pasar. Bank sentral menambahkan, pemangkasan suku bunga tidak diperkirakan sampai 2024, menghancurkan harapan investor yang luar biasa bahwa Fed memperkirakan inflasi terkendali dalam waktu dekat.

Rekomendasi Saham Hari Ini

Artha Sekuritas merekomendasikan saham TKIM, SIDO, dan RALS untuk ditahan. Sedangkan saham CTRA direkomendasikan jual dan WIIM direkomendasikan ditambah.

Saham Pilihan Ajaib Sekuritas


DOID

Buy: 426
TP: 440
Stop loss: <412

DOID membentuk candle bullish harami, mencoba untuk melanjutkan fase uptrend dengan berada di atas MA-20. Indikator MACD berada pada level positif.

PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) memperpanjang periode buyback dalam tiga bulan ke depan sejak 8 September 2022. Dana yang telah disiapkan maksimum sebesar US$33 juta tahun ini, sehingga dana sisa buyback untuk tiga bulan ke depan sebesar US$ 12,95 juta. Kenaikan harga batu bara ICE Newcastle untuk kontrak bulan Oktober di level US$448/ ton hari ini turut menjadi katalis positif.

DSNG

Buy: 490
TP: 505
Stop loss: <480

DSNG mencoba untuk rebound dari fase bearish jangka pendeknya, berpotensi membentuk morning star pattern ditandai dengan volume beli yang menguat. Selain itu, Indikator MACD bar histogram telah melemah terbatas.

Emiten CPO PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) mengalokasikan Capital Expenditure (CAPEX) sebesar Rp700 miliar hingga Rp 800 miliar di tahun 2022. Sementara itu, hingga paruh pertama 2022 Perseroan telah menggunakan 60% porsi CAPEX tersebut untuk membangun pabrik kelapa sawit dan ekspansi produk panel.

INCO

Buy: 6.625
TP: 6.825
Stop loss: <6.400

INCO bergerak bullish dalam jangka pendek, berhasil tutup diatas MA-5 sampai MA-50. Stochastic oscillator bergerak naik dari area netral dan MACD bar histogram positif.
Emiten nikel, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) bersama dengan TISCO dan Shandong Xinhai Technology bekerja sama membangun Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) dengan kapasitas 500 megawatt (MW). Pembangkit tersebut sebagai sumber listrik smelter di Bahodopi, Sulawesi Tengah. Smelter tersebut nantinya akan memiliki kapasitas produksi 73-80 ribu metrik ton feronikel per tahun.

Pergerakan Bursa Asia:

  • Nikkei turun 2,29% ke 27.055
  • Hang Seng melemah 1,73% ke 18.121
  • Shanghai naik 0,15% ke 3.121
  • Straits Times turun 0,54% ke 3.250

Simak juga video 'Apa Iya Bisa 'Hidup" Dari Saham?':

[Gambas:Video 20detik]



(ara/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT