Bukannya Jinak, Dolar AS Malah Makin Galak Jadi Rp 15.745

ADVERTISEMENT

Bukannya Jinak, Dolar AS Malah Makin Galak Jadi Rp 15.745

Shafira Cendra Arini - detikFinance
Rabu, 30 Nov 2022 10:34 WIB
Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) pagi ini masih berada di level Rp 14.100. Dolar AS sempat tersungkur dari level Rp 14.500an hingga ke Rp 14.119 pada Sabtu pekan lalu.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Dolar Amerika Serikat (AS) terpantau masih bergerak galak atas rupiah. Hari ini, Rabu (30/11/2022), satu dolar AS dijual Rp 15.745. Padahal, pada sore hari kemarin dolar AS masih berada di Rp 15.730.

Mata uang Paman Sam ini cenderung terus menekan rupiah dalam seminggu terakhir atau setidaknya sejak hari Senin (28/11). Penguatan dolar AS tak lepas dari memburuknya situasi di negara pesaing utama ekonomi AS, China yang tengah dirundung aksi protes besar-besaran kebijakan zero COVID.

Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto mengatakan, Protes di China membebani pasar ekuitas AS, dengan penurunan pada indeks utama Dow Jones dan S&P500 turun cukup tajam, masing-masing sebesar 1.45% dan 1.5% menjadi 33,849.5 (-6.9% YTD) dan 3,963.9 (-16.8% YTD).

Imbal hasil Treasury AS 10-tahun turun menjadi 3.68%. USD rebound dengan indeks USD (DXY) naik 0.7% menjadi 106.84 setelah komentar hawkish oleh Presiden Fed St.

Louis James Bullard menyarankan tingkat kebijakan yang lebih tinggi sepanjang 2023.

Dalam riset yang disusun Morgan Stanley, dilaporkan bahwa AS tengah menghadapi tantang inflasi. Ada kekhawatiran inflasi akan mengakibatkan lesunya permintaan publik.

"Jika AS terus mengalami Inflasi, Federal Bank akan mengencangkan siklus ekonomi dan dapat berimbas kepada menguatnya dolar AS. Kuatnya dolar AS juga dapat memperpanjang periode kenaikan bunga di Asia dan menarik pertumbuhan ekonomi China," bunyi laporan tersebut.

Simak Video: Dolar AS Menggila, Sentuh Level Rp 15.550!

[Gambas:Video 20detik]




(dna/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT