GoTo Bidik Indeks FTSE, Seberapa Gede Efeknya untuk Pasar?

ADVERTISEMENT

GoTo Bidik Indeks FTSE, Seberapa Gede Efeknya untuk Pasar?

Dea Duta Aulia - detikFinance
Kamis, 26 Jan 2023 07:30 WIB
Ilustrasi Gojek-Tokopedia
Foto: Dok. Gojek
Jakarta -

Manajemen emiten teknologi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menyatakan minatnya untuk masuk menjadi konstituen indeks global pada tahun ini. Meski begitu, belum disebutkan secara spesifik indeks yang dibidik.

Namun para analis mengungkapkan beberapa target indeks yang dimaksud di antaranya The Financial Times Stock Exchange (FTSE) dan MSCI (dulu bernama Morgan Stanley Capital International). Sebab indeks-indeks ini memiliki pengaruh besar dalam membentuk persepsi pasar.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan FTSE adalah indeks global yang menjadi 1 dari 3 penyedia indeks besar global selain Dow Jones dan S&P. Menurutnya, indeks FTSE menyediakan tolak ukur yang inovatif, analisa dan solusi data bagi investor di seluruh dunia selama lebih dari 30 tahun. FTSE juga mendalami penelitian berkaitan dengan lingkungan, sosial, dan tata kelola atau ESG (environment, social, governance), dengan proses rating yang transparan dan objektif karena menggunakan lebih dari 300 indikator.

Jenis indeks paling terkenal dari FTSE atau biasa disebut Footsie ini adalah FTSE 100 Index atau 100 saham berkualitas yang tercatat di London Stock Exchange. Bursa London ini juga menjadi pemilik dari FTSE International Limited (FTSE Russel), pengelola indeks FTSE.

"Sebelumnya FTSE sudah memberikan pernyataan bahwa papan New Economy akan menjadi tinjauan dan menjadi salah satu segmen pasar yang memenuhi persyaratan untuk masuk ke dalam FTSE Global Equity Index Series," kata Maximilianus dalam keterangan tertulis, Kamis (26/1/2022).

"Jadi ini [FTSE] menjadi salah satu target dan menjadi harapan di tahun ini buat saham GOTO menuju indeks global," sambungnya.

Sebelumnya dalam paparan publik 8 Desember 2022, Presiden GoTo Group Patrick Cao mengungkapkan rencana perseroan masuk ke dalam indeks global pada semester I-2023. Namun Patrick belum menyebut indeks mana yang menjadi tujuannya.

Di sisi lain, manajemen Indeks FTSE juga menyatakan bahwa seiring dengan rilisnya papan perdagangan baru yakni Ekonomi Baru (New Economy) di Bursa Efek Indonesia (BEI), FTSE Russell telah meninjau kelayakannya dan memastikannya akan menjadi segmen pasar yang memenuhi syarat di bawah BEI dalam FTSE Seri Indeks Ekuitas Global (FTSE GEIS) dan indeks terkaitnya.

Dengan demikian, Maximilianus mengatakan saat ini saham-saham yang terdaftar di papan New Economy BEI sudah memenuhi syarat masuk evaluasi FTSE Russell pada Maret 2023.

Namun Maximilianus menegaskan beberapa kriteria yang digunakan FTSE Russell sangat ketat, di antaranya soal saham beredar di publik atau free float di atas 5%, likuiditas yang diukur dari median atas daily trading volume bulanan, aktif ditransaksikan dalam 60 hari terakhir, sampai dengan batasan kepemilikan asing (foreign ownership restriction).

Berlanjut ke halaman berikutnya >>>

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT