×
Ad

Apa Rencana Danantara Usai Borong Saham?

Andi Hidayat - detikFinance
Senin, 06 Apr 2026 16:26 WIB
Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Jakarta -

Setahun sudah Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) berdiri. Diketahui, lembaga ini diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada 24 Feburari 2025.

Melalui unggahan resmi di Instagram @danantara.indonesia, pembentukan lembaga ini diketahui untuk mendukung pembangunan ekonomi secara jangka panjang. Pembangunan dilakukan dengan terintegrasi dan beriorientasi pada nilai tambah, salah satunya melalui berbagai inisiatif investasi.

Chief Investment Officer (CIO) BPI Danantara, Pandu Sjahrir, mengaku pihaknya telah aktif membeli saham di pasar modal sejak 2 Februari 2026. Ia mengatakan investasi menyasar pada saham-saham dengan valuasi yang menarik. Keputusan investasi juga didasarkan pada tingkat likuiditas dan fundamental yang baik.

"Kami di juga Danantara sudah aktif juga di pasar hari ini. Terus kita melakukan aktivitas, aktif membeli saham-saham yang kemarin kami bilang, memiliki valuasi yang menarik, perusahaan yang baik, dengan cashflow yang baik, dan juga dengan fundamental dan likuiditas yang baik," ungkap Pandu kepada wartawan di Gedung BEI, Jakarta, Senin (2/2/2026) lalu.

Dalam kesempatan terpisah, Pandu menyebut investasi di pasar modal menjadi bagian dari strategi Danantara untuk menciptakan tenaga kerja. Hal ini menjadi salah satu faktor utama keputusan investasi saham yang dilakukan Danantara.

Pandu menilai, pasar modal tidak hanya sekadar investasi, tetapi juga tempat penyimpanan dana Danantara. Ditambah, pasar modal memberikan imbal hasil yang menguntungkan bagi Danantara.

"Keinginan kami di Danantara Indonesia sebagai investor, kami akuti (pasar). Kalau pasarnya makin tidak liquid, belum tentu saya bisa masuk sebanyak itu, saya mungkin harus melihat lebih ke luar negeri. Kenapa? Karena investasi di pasar modal buat saya nih bagian dari strategic asset allocation kami. Kami harus menjaga likuiditas karena my main purpose adalah penciptaan tenaga kerja, penciptaan bisnis," ungkap Pandu dalam unggahan resmi Instagram, @pandusjahrir, Senin (9/2).

Selain itu, Danantara juga tercatat telah berinvestasi di sektor properti dengan mengakuisisi Novotel Makkah Thakher City dengan kapasitas 1.461 kamar. Selain itu, terdapat 14 bidang tanah dengan total luas sekitar 4,4 hektare yang disiapkan untuk pengembangan ke depan.

CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengatakan investasi ini menjadi tahap awal yang dilakukan pihaknya. Lahan-lahan tersebut akan dikembangkan melalui master plan terpadu yang mencakup fasilitas perhotelan, ritel, serta sarana pendukung lainnya.

Rosan menegaskan, meski kepemilikan aset telah diformalkan, proses pengembangan akan dilakukan secara bertahap. Seluruh tahapan akan mengacu pada kajian kelayakan, ketentuan regulasi, serta standar tata kelola yang berlaku.

"Penandatanganan ini merupakan langkah awal yang penting dalam mengamankan aset-aset strategis yang dapat mendukung upaya Indonesia dalam meningkatkan layanan bagi para jemaah," kata Rosan dalam keterangannya, Senin (15/12/2025).

"Meskipun kepemilikan atas aset-aset yang diidentifikasi telah diformalkan melalui perjanjian ini, pengembangan berikutnya akan dilaksanakan secara bertahap, berdasarkan kajian kelayakan yang komprehensif, pertimbangan regulasi, serta standar tata kelola yang prudent," sambungnya.

Kemana selanjutnya investasi Danantara digelontorkan sepanjang tahun ini? Lewat acara Outlook Indonesia: Peran Penggerak Ekonomi Nasional, detikcom akan menguras rencana investasi Danantara ke depan.

Acara ini akan mempertemukan regulator, legislator, pemerintah, pelaku pasar, dan pemangku kepentingan ekonomi dalam satu ruang dialog yang konstruktif. Melalui forum ini, diharapkan terbangun kesepahaman bersama mengenai strategi penguatan fiskal, stabilitas sistem keuangan, percepatan investasi, serta pengembangan sektor-sektor penggerak pertumbuhan nasional tahun 2026.

Forum ini digelar di Menara Bank Mega, Jalan Kapten Tendean Kav. 12-14 A, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Selasa, 7 April 2026.

Sejumlah tokoh penting menjadi pembicara dalam gelaran ini, antara lain Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun, CIO Danantara Pandu Sjahrir, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi hingga Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu.




(acd/acd)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork