×
Ad

Purbaya Prediksi IHSG Tembus 28.000 Meski Dibilang Gila

Andi Hidayat - detikFinance
Senin, 27 Apr 2026 20:01 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam program Investasi Terencana dan Berkala (PINTAR) Reksa Dana di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Senin (27/4/2026).Foto: Andi Hidayat/detikcom
Jakarta -

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menargetkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bisa tembus 28.000 pada 2029-2030. Purbaya mengaku sempat dibilang gila karena proyeksi tersebut.

Alasan dia optimistis bisa IHSG bisa tembus 28.000 karena pertumbuhan ekonomi menjadi fondasi yang menggerakkan indeks saham Indonesia. Pemerintah juga terus melakukan ekspansi ekonomi yang mendorong pergerakan IHSG.

"Saya selalu bilang, dari mulai titik terendah ekonomi sampai ujung dari masa ekspansi, itu bisa 4-5 kali. Let's say sekarang 7.000 lah. Ekspansi kita akan berlangsung sampai 2029-2030. Itu saya bilang bisa 4-5 kali, bisa lah 28 ribu paling sial. Mereka bilang, itu Purbaya gila," ungkap Purbaya dalam acara Program Investasi Terencana dan Berkala (PINTAR) Reksa Dana di Main Hall BEI, Senin (27/4/2026).

Secara historis, terang Purbaya, indeks saham tumbuh berkali lipat. Saat tahun 2002 IHSG sempat berada di level 200-an, kemudian naik pada 10 kali lipat pada tahun 2009 di posisi 2.500.

"Coba kalau Anda lihat tahun 2002, kan indeksnya 200-an. 2009 udah berapa? 2.500. Hah 10 kali naiknya. Jadi itu bukan hal yang tidak mungkin kalau kita kembangkan pertumbuhan ekonomi yang baik dan itu pasti akan terjadi," imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pasar modal domestik tumbuh empat kali lipat dalam kurun waktu sembilan tahun.

Purbaya menjelaskan, IHSG sempat berada di level 1.000 pada tahun 2004, kemudian naik menjadi 4.200 pada tahun 2013.

Selain itu, pertumbuhan pasar modal dapat terjadi dengan pesat bahkan hingga 20% pada periode tersebut. Namun saat terjadi COVID-19, pertumbuhan pasar modal RI berada di rentang 5-6%.

Airlangga menambahkan investor domestik secara keseluruhan tumbuh dengan baik, di mana sekitar 50% adalah pelaku investasi di pasar saham.

"Kemudian kita lihat partisipasi investor, ini juga dalam negeri lebih baik dengan 50% di pasar saham," jelas Airlangga dalam sambutannya.




(ahi/hns)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork