×
Ad

Danantara soal Beli Saham BEI: Masih Proses

Andi Hidayat - detikFinance
Senin, 10 Agu 2026 10:38 WIB
Foto: Andi Hidayat
Jakarta -

Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) membenarkan telah mengajukan pembelian saham Bursa Efek Indonesia (BEI). Namun rencana pembelian saham BEI masih dalam tahap pembahasan dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI.

Pembelian saham BEI diketahui berkaitan dengan demutualisasi yang saat ini masih dalam proses penyusunan Peraturan OJK (POJK). Aturan ini diproyeksikan rampung bulan September.

"Ya, demut kita masih proses, baik dengan OJK dan juga dengan Direksi Bursa, ya insyaallah beberapa bulan ke depan bisa rampung," ungkap Chief Investment Officer (CIO) BPI Danantara, Pandu Sjahrir, kepada wartawan di Gedung BEI, Jakarta, Senin (10/8/2026).

Meski begitu, Pandu tak menyebut berapa porsi saham yang hendak dibeli Danantara. Ia mengatakan, proses pembelian saham BEI juga tidak akan lama lagi diumumkan.

"Nanti detailnya bakal kita share ke semua sebentar lagi. Ini lagi berkomunikasi baik dengan OJK dan Bursa," jelasnya.

Pandu menambahkan, keterlibatan Danantara dalam demutualisasi BEI dilakukan melalui Danantara Investment Management (DIM). Menurutnya, pembelian saham tersebut menjadi salah satu investasi Danantara.

"Dari BPI memberi arahan untuk DIM untuk melaksanakan investasi untuk demutualisasi tersebut," pungkasnya.

Sebagai informasi, demutualisasi BEI menjadi bagian dari mandat Undang-Undang (UU) Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK). Dalam UU tersebut, terdapat tiga lembaga negara yang dimungkinkan menjadi pemegang saham BEI, yakni Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Bank Indonesia (BI), dan BPI Danantara.

Namun begitu, Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, mengaku belum mengajukan pembahasan sebagai pemegang saham BEI. Namun ia menyebut, BPI Danantara telah mengajukan minat untuk membeli saham BEI.

"Kami belum mengajukan pembahasan untuk beli saham. Tapi kalau saya nggak salah Danantara sudah mengajukan untuk membeli saham Bursa," ungkap Purbaya kepada wartawan di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (5/8/2026).




(acd/acd)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork