×
Ad

Simak Rekomendasi Saham saat IHSG Merah

- detikFinance
Kamis, 17 Sep 2026 08:31 WIB

Mega Capital Sekuritas

PT Mega Capital Sekuritas, bagian dari CT Corpora, hadir sejak 1991 dengan layanan investasi inovatif dan tenaga ahli terpercaya.
Ilustrasi grafik saham dalam latar belakang putih
Jakarta -

Market Overview

IHSG kembali berakhir di zona merah pada perdagangan Rabu (16/9). Indeks turun 0,38% ke posisi 6.436,85.

Pergerakan IHSG ditopang sejumlah saham, dengan BYAN naik 11,27%, AMMN bertambah 1,98%, dan IMPC menguat 4,62%. Sebaliknya, BBCA turun 1,17%, BMRI terkoreksi 1,84%, dan DCII melemah 3,22%.

Tekanan jual asing masih terlihat di pasar saham. Investor asing mencatatkan net sell Rp592,05 miliar di pasar reguler. Sementara jika dihitung dari seluruh pasar, net sell asing mencapai Rp624,72 miliar.

Dari 11 sektor yang diperdagangkan, sembilan sektor berakhir melemah. Sektor Infrastruktur menjadi yang mencatat penurunan paling dalam, yakni 1,39%. Sementara sektor Industrial menjadi satu dari dua sektor yang menguat dengan kenaikan 0,91%.

Sentimen dari bursa Amerika Serikat juga cenderung negatif. Dow Jones turun 1,21% ke 51.461, S&P 500 melemah 0,45% ke 7.551, sedangkan Nasdaq nyaris tidak bergerak dengan penurunan 0,01% ke 25.978.

Sikap The Federal Reserve yang semakin hawkish turut menjadi perhatian pelaku pasar. Dalam enam perdagangan terakhir, arus dana asing keluar dari pasar saham Indonesia secara beruntun. Totalnya mencapai Rp3,38 triliun di pasar reguler dan Rp4,39 triliun di seluruh pasar. Di pasar ETF, EIDO terkoreksi 1,41%, sedangkan indeks MSCI Indonesia turun 0,92%.

Berita Emiten

PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS)

BRMS menyampaikan perkembangan terbaru proyek tambang emas bawah tanah di Poboya, Palu. Portal tambang proyek tersebut telah selesai dibangun.

Sementara itu, penggalian terowongan sudah menembus lebih dari 975 meter dari portal dengan kedalaman mencapai 140 meter. Untuk mendukung aktivitas tambang, shaft ventilasi pertama juga telah selesai. Shaft ventilasi kedua ditargetkan rampung pada paruh pertama 2027.

Melalui Citra Palu Minerals (CPM), BRMS menargetkan penambangan bijih dengan kadar lebih dari 3,2 gram emas per ton dari tambang bawah tanah dapat dimulai pada pertengahan 2027.

Perseroan juga menyiapkan peningkatan kapasitas fasilitas pengolahan. Kapasitas pabrik yang saat ini mencapai 500 ton bijih per hari ditargetkan naik menjadi 2.000 ton per hari. Selain itu, BRMS berencana membangun pabrik emas baru dengan kapasitas 2.000 ton bijih per hari.

Kedua fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan produksi emas pada 2027-2028.

Tak hanya emas, BRMS masih menjalankan eksplorasi tembaga di Gorontalo melalui Gorontalo Minerals (GM). Saat ini terdapat empat unit bor yang beroperasi di area Cabang Kiri East.

Jumlah tersebut direncanakan bertambah menjadi tujuh unit yang tersebar di tiga lokasi pada tahun depan. BRMS menargetkan sumber daya mineral tembaga dari kegiatan eksplorasi tersebut dapat diterbitkan pada paruh pertama 2027.

Untuk tambang terbuka Poboya, perseroan menyatakan kegiatan pushback telah selesai pada Juli 2026. Dengan selesainya pekerjaan tersebut, produksi emas dari tambang terbuka diperkirakan meningkat pada paruh kedua 2026.

PT Astra Otoparts Tbk (AUTO)

AUTO memperluas aktivitas engineering dan otomasi manufaktur ke Filipina. Langkah tersebut dilakukan dengan mengirimkan mesin industri dari fasilitas produksi AUTO di Karawang ke Astra Otoparts Philippines.

Mesin yang dikirim terdiri dari Automation Machining Line, Automation Casting Line, dan Special Purpose Machinery. Pengiriman tersebut ditujukan untuk mendukung kegiatan operasional anak usaha perseroan di Filipina.

Ekspansi ini sejalan dengan perkembangan pasar kendaraan roda dua di negara tersebut. Hingga Juni 2026, penjualan kendaraan roda dua Filipina mencapai 939.528 unit atau tumbuh 3,58% secara tahunan (YoY).

Jika melihat periode 2020-2025, pasar kendaraan roda dua Filipina mencatat compound annual growth rate (CAGR) sebesar 7,50%.

Pertumbuhan pasar tersebut turut mendorong kebutuhan penambahan kapasitas serta penggunaan sistem otomasi dalam proses produksi. Kondisi ini menjadi salah satu faktor yang mendukung ekspansi layanan engineering AUTO ke Filipina.

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF)

KLBF berencana melakukan pembelian kembali saham atau buyback dengan nilai maksimal Rp500 miliar. Dana buyback akan berasal dari kas internal perseroan. Sementara biaya perantara pedagang efek dan biaya lainnya dibatasi maksimal 0,10% dari nilai buyback.

Per 30 Juni 2026, KLBF memiliki total ekuitas sebesar Rp25,76 triliun. Jika seluruh nilai buyback direalisasikan, dana yang digunakan setara dengan sekitar 1,94% dari total ekuitas perseroan.

KLBF memperkirakan aksi tersebut akan berdampak pada penurunan pendapatan bunga sekitar Rp8,40 miliar. Namun, laba per saham secara proforma diperkirakan menjadi Rp81,44, naik dari Rp80,51 pada tahun buku 2025.

Pelaksanaan buyback dijadwalkan berlangsung paling lama tiga bulan, mulai 17 September hingga 17 Desember 2026.

Rekomendasi Saham Hari Ini

Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.

Simak juga Video 'Mau Tingkatkan Likuiditas, BEI Wacanakan Hapus Batas Rp 50 Saham':




(ang/ang)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork