×
Ad

ASII Borong Saham AUTO, PGEO Rampungkan 5 Sumur Panas Bumi

- detikFinance
Selasa, 13 Okt 2026 08:50 WIB

Mega Capital Sekuritas

PT Mega Capital Sekuritas, bagian dari CT Corpora, hadir sejak 1991 dengan layanan investasi inovatif dan tenaga ahli terpercaya.
Ilustrasi grafik saham dalam latar belakang putih
Jakarta -

Market Overview

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah pada perdagangan Senin (12/10).

IHSG turun 2,59% ke level 5.936,15. Sejumlah saham masih mampu bergerak naik, yakni INKP yang menguat 4,83%, BBRI naik 0,32%, dan MLPT bertambah 8,74%. Di sisi lain, DSSA turun 14,60%, BREN terkoreksi 11,48%, dan BBCA melemah 1,65%.

Investor asing mencatatkan pembelian bersih sebesar Rp81,10 miliar di pasar reguler dan Rp128,29 miliar jika memperhitungkan seluruh pasar. Seluruh 11 sektor saham berakhir di zona merah. Sektor Energy mencatat penurunan paling dalam sebesar 5,88%, sedangkan Health mengalami koreksi paling terbatas sebesar 0,72%.

Pergerakan bursa global juga berlangsung beragam. Dow Jones naik 0,38% ke 51.850, sedangkan S&P 500 turun tipis 0,06% ke 7.807. Nasdaq turut melemah 0,44% ke 27.245.

Di dalam negeri, perhatian pelaku pasar masih tertuju pada ketidakpastian evaluasi MSCI, termasuk perkembangan terkait pembekuan perubahan indeks. Tekanan tersebut turut terlihat pada ETF EIDO yang turun 1,85% dan indeks MSCI Indonesia yang terkoreksi 1,23%.

Berita Emiten

1. PT Astra International Tbk (ASII)

ASII mencatat penjualan mobil wholesales sebanyak 334.987 unit hingga kuartal III 2026. Jumlah tersebut tumbuh 12,62% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 297.437 unit. Penjualan ASII menyumbang 49,33% dari total penjualan mobil wholesales nasional sebanyak 679.018 unit.

Kontribusi terbesar berasal dari Toyota dan Lexus sebanyak 198.873 unit serta Daihatsu 112.442 unit. Sementara itu, penjualan kendaraan komersial terdiri dari Isuzu sebanyak 22.975 unit dan UD Trucks sebanyak 697 unit. Di segmen LCGC, ASII mencatat pangsa pasar sekitar 80% dengan volume 66.903 unit.

ASII juga akan melakukan penawaran tender sukarela atau voluntary tender offer (VTO) atas saham Astra Otoparts (AUTO). Pelaksanaan VTO berlangsung pada 13 Oktober hingga 11 November 2026. ASII menargetkan pembelian maksimal 238,44 juta saham AUTO atau 4,95% dari modal disetor dengan harga Rp3.600 per saham.

Nilai transaksi maksimal mencapai Rp858,39 miliar. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya ASII memperkuat kepemilikan pada bisnis komponen otomotif.

2. PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO)

PGEO telah menyelesaikan pengeboran lima sumur panas bumi di tiga wilayah operasional sepanjang 2026. Pengeboran tersebut terdiri atas satu sumur eksplorasi GTG-B.1 di Gunung Tiga yang selesai pada 9 Juni 2026 dan empat sumur penopang produksi atau make-up well di Lumut Balai, Ulubelu, dan Lahendong.

Khusus di Lumut Balai, kegiatan pengeboran tersebut mendukung pengembangan Unit 3 dengan kapasitas 55 MW. Secara keseluruhan, PGEO saat ini mengelola 15 wilayah kerja panas bumi dengan total kapasitas terpasang 1.932 MW. Kapasitas tersebut setara sekitar 70% dari total kapasitas panas bumi nasional.

3. PT Visi Media Asia Tbk (VIVA)

VIVA berencana melakukan PMTHMETD dengan menerbitkan maksimal 43,09 miliar saham baru Seri C. Setiap saham memiliki nilai nominal Rp40. Aksi korporasi ini dilakukan untuk mengonversi utang PKPU senilai Rp1,72 triliun kepada PT Harta Abadi Jaya (HAJ) dan PT Jayakarta Sugih Makmur (JSM) sebagai pelaksanaan Putusan Homologasi. Karena berupa konversi utang, VIVA tidak memperoleh dana baru dari aksi tersebut.

HAJ dan JSM merupakan pihak terafiliasi yang sama-sama berada di bawah kendali PT Bakrie Global Ventura (BGV). Harga pelaksanaan PMTHMETD akan ditetapkan pada nilai tertinggi antara Rp40 per saham atau rata-rata harga penutupan saham selama 25 hari bursa sebelum permohonan pencatatan.

Dari aksi tersebut, pemegang saham eksisting akan mengalami dilusi sebesar 72,35%. Namun, secara proforma, rasio liabilitas terhadap ekuitas VIVA diperkirakan turun dari 11,78 kali menjadi 1,86 kali. Perubahan tersebut terjadi seiring peningkatan ekuitas dari Rp496,10 miliar menjadi Rp2,22 triliun.

Rencana PMTHMETD akan dimintakan persetujuan dalam RUPSLB pada 17 November 2026. Sementara itu, pencatatan saham baru di BEI dijadwalkan pada 3 Desember 2026.

Rekomendasi Saham Hari Ini

  • ICBP - Buy 6975-7025 | TP 7150-7250 | SL 6700

  • JPFA - Buy 2050-2070 | TP 2110-2150 | SL 1970

  • DOOH - Buy 296-302 | TP 310-318 | SL 280

  • HATM - Buy 570-580 | TP 590-605 | SL 540

  • SMRA - Buy 238-242 | TP 248-254 | SL 228

Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.




(ang/ang)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork