Follow detikFinance
Kamis 30 Mar 2017, 16:48 WIB

Jonan Soroti Biaya Distribusi Gas di Tanjung Benoa

Michael Agustinus - detikFinance
Jonan Soroti Biaya Distribusi Gas di Tanjung Benoa Foto: Michael Agustinus/detikFinance
Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, menyoroti mahalnya biaya pengapalan, regasifikasi, dan distribusi gas alam cair (Liquified Natural Gas/LNG) dari Bontang ke Terminal Penerimaan dan Regasifikasi LNG Tanjung Benoa sampai pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) Pesanggaran.

Jonan mengungkapkan, biaya pengapalan LNG dari Bontang ke Tanjung Benoa saja sudah US$ 1,9/MMBtu, belum ditambah biaya regasifikasi dan distribusi lewat pipa yang panjangnya hanya 5 kilometer (km).

Sebagai pembanding, biaya pengapalan LNG dari Tangguh di Papua ke Terminal Penerimaan dan Regasifikasi LNG Arun di Aceh hanya US$ 0,08/MMBtu. Padahal gas untuk Tanjung Benoa berasal dari Bontang, sementara gas untuk Arun dikirim dari Papua yang 2,5 kali lipat lebih jauh.

"Dari Teluk Bintuni di Papua ke Lhoksumawe US$ 0,08/MMBtu. Dari Bontang ke Tanjung Benoa US$ 1,8-1,9/MMBtu. Kalau pakai kapal dari Bintuni ke Lhoksumawe itu 2,5 kali Bontang ke Benoa," terang Jonan dalam rapat kerja dengan Komisi VII di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (30/3/2017).

Menurut Jonan, biaya pengapalan, regasifikasi, dan distribusi gas harus diatur agar pemilik kapal, terminal regasifikasi, dan pipa gas tak seenaknya mengenakan tarif setinggi langit.

"Yang charge harga mahal ini siapa? Kapalnya, regasifikasinya, sama pipanya milik Pelindo III yang panjangnya cuma 5 km," ungkap Jonan

Jika pemerintah tak membatasi tarif pengapalan, regasifikasi, dan distribusi gas, biaya energi jadi tak efisien. Bisa-bisa biaya produksi listrik untuk PLTG Pesanggaran jadi lebih mahal daripada PLTD yang pakai solar.

"Ini yang mau kita benahi. (Biaya) Midstream, regasifikasi harus wajar. Kita lagi atur secara bertahap. Kalau kita biarkan harga ini, perhitungan per kWh bisa lebih mahal daripada kalau PLN pakai minyak diesel. Ini harus direnegosiasi yang baik," pungkasnya. (mca/hns)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed