Follow detikFinance
Sabtu, 14 Apr 2018 21:00 WIB

Soal Aturan Premium Wajib di Jamali, BUMN: Detailnya Masih Diatur

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Foto: Rengga Sancaya Foto: Rengga Sancaya
Bogor - Pemerintah akan merevisi Peraturan Presiden (Perpres) nomor 191 tahun 2014 tentang penyediaan, pendistribusian dan harga jual eceran Bahan Bakar Minyak (BBM). Revisi ini dilakukan agar PT Pertamina (Persero) juga menjual BBM jenis Premium di Jamali alias Jawa, Madura, dan Bali.

Sebelumnya, dalam Perpres 191, Premium di Jamali bukan BBM penugasan sehingga Pertamina tak wajib menjualnya. Premium sebagai BBM penugasan berlaku di luar Jamali.

"Detailnya masih diatur, draftnya nanti akan disampaikan langsung ke presiden," kata Deputi Bidang Usaha Pertambangan Industri Strategis dan Media Fajar Harry Sampurno di Taman Budaya Sentul, Bogor, Sabtu (14/4/2018).


Fajar menjelaskan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sudah menyurati PT Pertamina (Persero) Tbk kembali memasok Premium ke Jamali.

"Dengan Perpres 191 di Jawa, Madura, Bali (Jamali) itu bebas. Kemarin sudah ada surat dari ESDM untuk memasok kembali Premium," imbuhnya.


Sementara itu, pemerintah akan merevisi Peraturan Presiden (Perpres) nomor 191 agar pasokan BBM jenis Premium terpenuhi di seluruh Indonesia. Dalam Perpres tersebut diatur soal pendistribusian Premium hanya diwajibkan di luar Jawa, Madura dan Bali (Jamali).

Artinya, Premium bukan BBM penugasan untuk wilayah Jamali.Setelah direvisi nanti, Perpres tersebut mengatur distribusi Premium di Jamali wajib. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed