Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 18 Jul 2018 18:45 WIB

Subsidi Solar Tahun Depan Diusulkan Rp 2.000-Rp 2.500/Liter

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Bogor - Pemerintah akan menambahkan nominal subsidi bahan bakar minyak (BBM) jenis Solar di tahun 2019, dari yang awalnya Rp 500 per liter, kini menjadi Rp 2.000 per liter.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, nominal tersebut akan terus bertambah. Diusulkan bahwa nominal subsidi solar tahun 2019 di kisaran Rp 2.000-2.5000 per liter.

"Kan saya sampaikan, tahun ini akan dinaikkan dari Rp 500 ke Rp 2.000,untuk tahun depan saya sampaikan range-nya Rp 2.000-2.500 tergantung dari forecast harga minyak," kata Sri Mulyani di Istana Bogor, Rabu (18/7/2018).


Saksikan juga video 'Jual Solar Palsu, PT Tialit Anugerah Raih Omzet Rp 600 Juta/Minggu':

[Gambas:Video 20detik]



Subsidi solar saat ini sebesar Rp 500 per liter, pemerintah pada tahun 2018 pun akan menambahkan Rp 1.500 per liter, sehingga total subsidinya menjadi Rp 2.000 per liter.

Dalam pembahasan postur RAPBN 2019, pemerintah pun dapat persetujuan untuk meneruskan kebijakan subsidi Solar. Angka yang disepakati untuk dijadikan pembahasan pun tetap Rp 2.000.


Namun usai sidang kabinet paripurna tentang RAPBN 2019, Sri Mulyani bilang range subsidi Solar di tahun politik itu menjadi Rp 2.000-2.500 per liter.

"Pak Jonan bilang harga minyak tak mungkin melonjak terlalu tinggi, sampai hari ini kita pakai US$ 70," jelas dia.

Subsidi Solar Tahun Depan Diusulkan Rp 2.000-Rp 2.500/Liter
(ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed