Follow detikFinance
Jumat, 20 Jul 2018 14:50 WIB

Pertamina Jual Aset karena Bayar Gaji Karyawan Ketinggian?

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Ilustrasi Karyawan Pertamina/Foto: Agung Pambudhy Ilustrasi Karyawan Pertamina/Foto: Agung Pambudhy
FOKUS BERITA Pertamina Jual Aset
Jakarta - PT Pertamina (Persero) berencana menjual sebagian hak partisipasi asetnya. Untuk itu, Pertamina perlu izin dari pemerintah, dalam hal ini Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno untuk melakukan aksi korporasi tersebut.

Rencana pelepasan aset perseroan ini sendiri bertujuan untuk meningkatkan kinerja portofolio bisnis Pertamina ke depan. Pertamina dikabarkan tengah mengalami kesulitan dalam hal keuangan. Lantas, apakah itu karena Pertamina memberi gaji tinggi kepada karyawannya, hingga kesulitan dalam hal keuangan?

Pria yang pernah menjabat Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Said Didu mengatakan kondisi keuangan Pertamina yang dinilai sedang memasuki masa sulit bukan disebabkan pembayaran gaji tinggi karyawannya.


Tonton juga video: 'Pertamina Rayu Azerbaijan Investasi Kilang Minyak di Indonesia'

[Gambas:Video 20detik]


Menurutnya, gaji yang diterima karyawan Pertamina masih sesuai dengan standar gaji pada industri perminyakan. Bahkan lebih rendah.

"Nggak, itu kan standar gaji orang Pertamina standar industri perminyakan. Kalau tidak gaji seperti itu bisa pergi diambil orang lain. Tapi itu standar internasional malah lebih rendah," kata Said Didu kepada detikFinance, Jakarta, Jumat (20/7/2018).

Dia menilai, bila karyawan Pertamina tidak diberikan gaji yang layak, maka tak menutup kemungkinan profesional-profesional di sektor perminyakan tak ada yang tertarik masuk ke Pertamina. Walau begitu, dia sendiri tak bisa merinci berapa besar gaji yang diterima oleh karyawan atau pegawai Pertamina.

"Saya nggak tahu saya. Tapi yang jelas standar gaji mereka standar gaji industri perminyakan. Kalau nggak (sesuai) profesional pergi," katanya.


Lebih dari Itu, Said Didu mengatakan, masalah keuangan Pertamina lebih disebabkan karena adanya beban yang diberikan pemerintah terkait dengan Bahan Bakar Minyak (BBM) penugasan.

"Kalau kesulitan keuangan karena penugasan pemerintah untuk men-supply Premium dan tidak ada uang subsidinya. Kan harga produksi Premium sekarang itu sekitar Rp 8.500/liter harga pasar, tapi kan Pertamina disuruh jual Rp 6.450/liter," tuturnya.

Pertamina Jual Aset karena Bayar Gaji Karyawan Ketinggian?
(fdl/ara)
FOKUS BERITA Pertamina Jual Aset
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed