Follow detikFinance
Jumat, 20 Jul 2018 20:51 WIB

Serikat Pekerja Pertanyakan Jabatan Direktur Gas Pertamina yang Kosong

Selfie Miftahul Jannah - detikFinance
Foto: Dok. Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu Foto: Dok. Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu
FOKUS BERITA Pertamina Jual Aset
Jakarta - PT Pertamina (Persero) saat ini memiliki 11 kursi direksi yang diisi oleh 10 orang. Namun, dari 11 posisi direksi tersebut tak ada jabatan yang khusus mengurusi bisnis gas.

Hal tersebut menjadi pertanyaan yang dilontarkan Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) saat bertemu dengan Menteri BUMN Rini Soemarno siang tadi.

"Direktorat Gas yang merupakan bisnis masa depan Pertamina dalam holding migas. Direktur Gas Pertamina dibubarkan dan jabatan strategis Direktur Utama Pertamina serta Presiden Pertagas kosong," bunyi salah satu poin dalam surat yang disampaikan FSPPB ke Rini di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Jumat (20/7/2018).


Tonton juga video: 'Pertamina Rayu Azerbaijan Investasi Kilang Minyak di Indonesia'

[Gambas:Video 20detik]


Surat tersebut juga berisi pandangan bahwa ada risiko terjadi kesalahan administrasi karena jabatan penting tersebut kosong. Padahal saat ini sedang dilakukan integrasi bisnis dalam holding migas yang salah satu komponennya adalah bisnis gas.

"Segala keputusan terkait holding migas termasuk di dalamnya penjualan Pertagas melalui akuisisi dilakukan pada saat jabatan penting tersebut dalam posisi kosong dan digantikan dengan pejabat sementara," bunyi surat itu lagi.

Serikat Pekerja Pertanyakan Jabatan Direktur Gas Pertamina yang Kosong
(ara/ara)
FOKUS BERITA Pertamina Jual Aset
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed