Harga BBM Perlu Naik Demi Rupiah? Luhut: Nggak Pikir ke Situ

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 05 Sep 2018 17:27 WIB
Menko Kemaritiman Luhut Pandjaitan/Foto: (Usman Hadi/detikTravel)
Jakarta - Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan ikut buka suara merespons wacana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) demi menyelamatkan rupiah. Luhut mengatakan pemerintah tidak akan menaikkan harga BBM, kepikiran pun juga tidak.

"Nggak ada pikiran ke situ," kata Luhut Gedung DPR Jakarta, Rabu (5/9/2018).


Saat ini nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melorot, dan di satu sisi Indonesia masih impor BBM yang dibanderol dengan dolar AS. Jika harga BBM naik maka akan mengurangi beban keuangan pemerintah.

Luhut mengatakan, pemerintah memilih cara mengurangi impor BBM melalui implementasi biodiesel 20% di semua sektor. Menurutnya, langkah ini efektif mengerem impor dan menghemat devisa.


"Karena solar sudah menggantikan crude oil atau solar tadi B20, mungkin tahun depan B30 atau akhir atau awal 2020. Mungkin kita 2021-2022 pakai 100% kan teknologi maju," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, dengan penerapan B20 semua sektor devisa yang bisa dihemat hingga akhir tahun ini sekitar US$ 2 miliar-US$ 3 miliar.

"Dengan demikian kita bisa menghemat devisa, kira-kira US$ 2 miliar- US$ 3 miliar sampai akhir tahun," kata dia dalam peluncuran B20, Jumat (31/8/2018).


Darmin juga menambahkan, adanya kebijakan ini maka harga sawit akan meningkat.

"Selain hemat solar, itu sekaligus mengurangi penumpukan stok, saya tadi sampaikan kita perkirakan harga bergerak naik," kata Darmin. (hns/hns)