Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 30 Apr 2019 16:22 WIB

Bikin Lembaga Riset, SKK Migas Cari Cadangan Minyak Raksasa

Vadhia Lidyana - detikFinance
Foto: Dok. Pertamina Foto: Dok. Pertamina
Jakarta - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) meresmikan lembaga analisis bisnis hulu migas Indonesia, Indonesia Oil and Gas Institute (IOGI).

IOGI ini nantinya akan menjadi latar belakang atau referensi kuat dalam penemuan sumber raksasa minyak dan gas di Indonesia. Dengan hal tersebut, maka lembaga-lembaga lain yang juga bergerak dalam bisnis hulu migas dapat menjadikan IOGI sebagai referensi.

"IOGI diharapkan dapat mengambil langkah secara terintegrasi dalam menemukan giant discovery (cadangan raksasa) 5-10 tahun ke depan," tutur Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto pada Launching IOGI, Selasa (30/4/2019).

Dwi menuturkan, salah satu kesuksesan yang telah diraih IOGI adalah pemetaan lebih lanjut mengenai potensi cadangan minyak dan gas di Indonesia. Sebelumnya Indonesia selalu berpaku pada data di tahun 1985, saat ini IOGI telah memperbarui data potensi migas di Indonesia yang akan menjadi referensi kuat bagi bisnis ini.

Pemetaan data IOGI tersebut merupakan evaluasi lebih lanjut dari tim SKK migas terkait temuan cadangan gas yang signifikan di Wilayah Kerja Sakakemang, Sumatera Selatan.

IOGI ditargetkan sebagai lembaga atau institusi yang dapat melakukan dan menyediakan analisa potensi cadangan migas, penelitian tahunan bisnis hulu migas, publikasi berkala setiap semester, focus group discussion, dan benchmarking tools yang akurat.

"IOGI diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan untuk mendorong perkembangan bisnis hulu migas di Indonesia," pungkas Dwi. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed