Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 03 Mei 2019 17:43 WIB

Dirut Freeport Tegaskan Smelter Rampung 2022

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Foto: Ardhi Suryadhi Foto: Ardhi Suryadhi
Jakarta - PT Freeport Indonesia menegaskan bahwa fasilitas pengolahan dan pemurnian konsentrat yang tengah dibangun di Gresik bakal rampung pada 2022.

Direktur Utama PT Freeport Indonesia (PTFI) Tony Wenas mengatakan saat ini progres pembangunan smelter tersebut mencapai 3,86%.

"Selesaikan 2022, (pembangunan) smelter. Progres 3,86%, lokasi di Gresik," katanya saat berkunjung ke tambang bawah tanah Freeport, Papua, (3/5/2019).


Dia mengatakan pembangunan smelter tersebut menelan biaya sekitar US$ 2,8 miliar atau sekitar Rp 39,2 triliun (kurs Rp 14.000).

"US$ 2,8 miliar biaya investasi. Bank asing dan lokal siap biayai," lanjutnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menegaskan pihaknya bakal terus memantau perkembangan pembangunan smelter tersebut.

"Dimonitor setiap 6 bulan. Kalau tidak ada proses (smelter) maka tidak kita kasih izin ekspor," tambahnya.


Dalam salah satu poin kesepakatan peralihan 51% saham PT Freeport Indonesia ke pemerintah Indonesia, perusahaan tambang asal AS itu diwajibkan membangun smelter atau pabrik pemurnian hasil tambang.

Smelter tersebut nantinya memiliki kapasitas input 2 juta dry metric ton (dmt) konsentrat Cu per tahun dan kapasitas output 460.000 katoda tembaga. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed