Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 07 Nov 2019 16:27 WIB

Soal Beli Solar Antre Panjang, Gubernur Sulsel Minta Pertamina Cek

Noval Dhwinuari Antony - detikFinance
Foto: Noval Dhwinuari Antony-detikcom Foto: Noval Dhwinuari Antony-detikcom
Makassar - Dalam beberapa hari terakhir terjadi antrean konsumsi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar terjadi di Kota Makassar. Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah meminta Pertamina memberi penjelasan terkait hal tersebut.

"Kita minta supaya ada statement dari Pertamina supaya masyarakat tahu, tidak khawatir," ujar Nurdin di Kantor Gubernur Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Kamis (7/11/2019).

Antrean solar di Makassar terjadi dalam pekan ini. Seperti yang terpantau di sejumlah SPBU di kawasan Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, tampak antrean kendaraan mulai dari truk hingga bus antarkota antar provinsi mengantre hingga ke jalan. Akibatnya lalu lintas saat jam kerja dan pulang kerja menjadi macet.

Terkait kondisi ini, Nurdin juga tengah melakukan koordinasi dengan pihak Pertamina. Nurdin menegaskan, yang lebih bertanggungjawab soal untuk memberi penjelasan ialah Pertamina.

"Kita minta (penjelasan) apa penyebabnya, apakah karena suplai terlambat ataukah cuaca ekstrem, kan banyak hal yang bisa terjadi, mungkin tankernya ada masalah di jalan sehingga suplainya agak tersendat," imbuhnya.


Namun Nurdin menilai antrean solar ini bukan disebabkan adanya oknum yang ingin mengambil keuntungan besar. "Kalau (disebabkan) spekulan, solar sih saya kira nggak, bensin mungkin," tuturnya.

Nurdin khawatir antrean BBM di Makassar akan merembet ke kabupaten/kota lainnya di Sulsel. Hal ini karena Makassar menjadi pintu masuk BBM ke wilayah Sulsel.

"Pasti kan berdampak ke Kabupaten lain karena suplainya, intinya kan dari sini. Kalau Makassar terganggu pasti yang lain juga terganggu," ucapnya.

Penjelasan Pertamina

Dikonfirmasi terpisah, Senior Supervisor Communication Pertamina MOR VII Sulawesi, Ahad Rahedi menegaskan stok BBM jenis solar ada dan tersedia. Pertamina mengimbau agar masyarakat agar tidak panik dan membeli BBM diluar kebutuhan.

"Kami menyalurkan BBM Solar sesuai dengan kuota penugasan yang diberikan oleh pemerintah, bahkan sampai dengan bulan September 2019 kami sudah menyalurkan BBM solar melebihi kuota yang ditugaskan, upaya penyesuaian yang kami lakukan agar supaya BBM Solar dapat tetap tersedia sampai dengan akhir tahun tanpa melebihi angka kuota yang sudah ditetapkan," jelas Ahad.


Lebih lanjut Ahad mengatakan, adanya antrean solar bukan berarti terjadi kelangkaan.

"Stok di kami aman dan tersedia, adanya antrian belum tentu berarti terjadi kelangkaan, antrian juga bisa terjadi akibat peningkatan konsumsi, karena proses penyelesaian proyek-proyek infrastruktur jelang akhir tahun," paparnya.

Simak Video "BBM Solar Langka di Parepare, Sopir Mangkal di SPBU"
[Gambas:Video 20detik]
(nvl/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com