Menteri ESDM Ungkap Alasan Energi Panas Bumi Sulit Berkembang di RI

Danang Sugianto - detikFinance
Selasa, 08 Sep 2020 15:50 WIB
Komisi VII DPR RI menggelar rapat kerja bersama Menteri ESDM Arifin Tasrif. Salah satu hal yang dibahas dalam rapat ituadalah wacana kenaikan harga elpiji 3 kg.
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta -

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengakui pengembangan panas bumi untuk menjadi energi baru terbarukan cukup sulit di Indonesia. Padahal geothermal bisa membantu mengejar target bauran energi melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP).

Arifin menjelaskan ada beberapa permasalahan pengembangan energi panas bumi di Indonesia belum maksimal. Mulai dari masalah ekonomi, sosial dan permasalahan teknis lainnya.

"Cost pengembangan geothermal di Indonesia relatif tinggi. Bukan hanya jika dibandingkan dengan negara lain, tapi juga dibandingkan dengan jenis energi baru terbarukan lainnya di domestik," ujarnya dalam acara Digital Indonesia International Geothermal Convention 2020, Selasa (8/9/2020).

Sederet permasalahan yang membuat biaya dari pengembangan panas bumi menjadi mahal semakin mempersulit industri panas bumi untuk bersaing dengan energi baru terbarukan yang lain.

Meski begitu pemerintah tengah menaruh perhatian khusus untuk industri panas bumi. Pemerintah tengah mempersiapkan inovasi kebijakan terkait energi panas bumi.



Simak Video "Usai Dilantik Komisaris, Ahok Hadiri Diskusi Energi"
[Gambas:Video 20detik]
(das/fdl)