RI Bidik Lifting Minyak 1 Juta Barel per Hari, Gimana Caranya?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 17 Nov 2020 11:28 WIB
Pekerja memeriksa Stasiun Pengumpul 5 Pertamina EP Asset 1 Rantau Field, Aceh Taminang, Aceh, Rabu (10/7/2019). Pertamina EP Asset 1 Rantau Field merealiasikan produksi minyak hingga semester 1 Juni 2019 di rata-rata 2814,54 barell per hari dan realisasi produksi gas 3,49 MMSCFD.
Ilustrasi/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

SKK Migas menargetkan produksi minyak sebanyak 1 juta barel per hari (bopd) dan gas 12 miliar standar kaki kubik per hari (bscfd) pada tahun 2030 mendatang. Untuk mencapai hal tersebut, SKK Migas berupaya mendorong eksplorasi untuk penemuan cadangan minyak dan gas bumi (migas) berukuran besar.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan kegiatan eksplorasi masih dapat ditingkatkan karena potensi cekungan minyak dan gas di Indonesia yang belum dibor masih sangat besar.

Di Indonesia terdapat 128 cekungan. Sebanyak 20 cekungan statusnya telah berproduksi, 27 cekungan statusnya penemuan belum produksi, 13 cekungan statusnya belum ada penemuan dan 68 cekungan belum dibor.

"Sebagian besar cekungan yang belum dibor tersebut berada di kawasan timur Indonesia," kata Dwi dalam FGD Exploration and Production (EP) 2020 Forum, Selasa (17/11/2020).

Berdasarkan data Badan Geologi Kementerian ESDM, terdapat 38 wilayah kerja migas yang direkomendasikan untuk dieksplorasi lebih lanjut. Dari 38 rekomendasi tersebut, terdapat 12 wilayah kerja migas konvensional yang memiliki potensi sumber daya migas di antaranya Teluk Bone Utara, Misol Timur, Atsy, Mamberamo, Boka, Buru, Aru-Tanimbar Offshore, Biak, Wamena, Sahul, Selaru, dan Arafuru Selatan.

Pemerintah juga telah melaksanakan survei di beberapa blok tersebut dengan menggunakan data-data seismik 2D, Passive Seismic Tomography (PST), rembesan mikro, penelitian geologi dan geofisika, serta metode lainnya. Hal tersebut diperlukan untuk mengetahui potensi migas di wilayah kerja tersebut.

Sementara, Kepala Divisi Perencanaan Eksplorasi Shinta Damayanti menjelaskan sebanyak 16 sumur eksplorasi dengan potensi cadangan migas besar akan dibor selama periode 2021-2022. Dari 16 sumur tersebut, 12 sumur akan dibor pada tahun 2021 dan sisanya pada periode 2022.

Rincian 16 sumur eksplorasi dengan potensi besar yang dibor dua tahun mendatang sebagai berikut, tiga sumur berlokasi di Aceh-Sumatera Utara (Parang-Parang, Timpan, Rencong), satu sumur di Sumatera Tengah (Secanggang), dua di Sumatera Selatan (Jangga, NEB), lima di Kalimantan Timur (Hiu Merah, Maha, SSD, Yuki, Konta) dan lima di Indonesia bagian timur (Kaleyo, Lofin, Opior, Omah, Takdir).

SKK Migas dan Kontraktor KKS tengah berdiskusi mengenai rencana program dan anggaran (WP&B) pengeboran eksplorasi tahun 2021. Selain 12 sumur dengan potensi cadangan migas besar, pada tahun 2021 akan dibor 12 sumur eksplorasi lainnya.

"Berpotensi bertambah 17 sumur seiring dengan pembahasan WP&B 2021 yang saat ini sedang berlangsung," kata Shinta.

(acd/eds)