Hasil Polling: Mayoritas Setuju Premium Dihapus

Tim detikcom - detikFinance
Selasa, 17 Nov 2020 12:13 WIB
Pemerintah lagi-lagi mengungkapkan soal rencana kenaikan harga BBM subsidi pada bulan Juni 2013 mendatang. Harga bensin premium akan naik menjadi Rp 6.500/liter, dan solar harganya menjadi Rp 5.500/liter.
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Hasil polling yang dilakukan detikcom menunjukkan banyak yang setuju terhadap rencana penghapusan bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium. Rencananya Premium akan dihapus di wilayah Jawa, Madura, dan Bali (Jamali).

Kebijakan yang disulkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tersebut rencananya akan berlaku pada 1 Januari 2021 mendatang. Setelah Jamali, kebijakan serupa akan diterapkan di kota-kota lainnya.

Berdasarkan polling yang dibuat, terdapat sekitar 106 komentar yang isinya 74 setuju agar Premium dihapus dan 32 menyatakan tidak setuju dengan rencana tersebut. Berikut pernyataan beberapa pembaca yang setuju Premium dihapus.

"Setuju. Subsidi untuk premium banyak salah sasaran. Lebih baik dialihkan ke subsidi langsung ke yang membutuhkan," tulis Andrian K dikutip detikcom, Selasa (17/11/2020).

Pembaca detikcom lainnya, The F menyatakan setuju karena menilai penghapusan Premium bisa membuat lebih ramah lingkungan dan tidak memberatkan APBN. "Setuju jd bahan bakar yg ada nantinya ramah lingkungan dan tdk bersubsidi sehingga tdk memberatkan apbn," katanya.

Ada juga yang mengatakan saat ini masyarakat telah sadar dengan memilih bahan bakar beroktan tinggi agar mesin kendaraannya lebih awet.

"Sekarang banyak masyarakat yang sadar memilih oktan yang tinggi ketimbang oktan yang lebih rendah supaya mesin kendaraannya lebih awet," tulis Light Star.

Sementara bagi yang tidak setuju Premium dihapus menilai, rencana itu sebaiknya tidak dilakukan karena saat ini kondisi sedang serba susah. Ada juga yang menyatakan ketidaksetujuannya karena menghapus Premium tak akan berpengaruh terhadap lingkungan.

"Jaman lagi susah, setelah pandemi lah kalo bisa," tulis Jeffri Agustin.

"Sangat tidak SETUJU, Tetapi harus disesuaikan. PREMIUM di sediakan hanya untuk pengangkutan UMUM jadi semua kenderaan pengangkut umum boleh pkai PREMIUM, dan kendaraan partikulir tidak boleh. Jadi bisa membantu rakyat supaya ongkos naik kendaraan umum tidak naik," ungkap E. Nasution.

"Tidak setuju, sama aja ga pengaruh lingkungan.itu tergantung perawatan kendaraan.jgn buat rakyat susah lah.nanti otomatis apa apa naik.kecuali pertalite jadi harga premium.semua spbu.buat semua rakyat.tidak masalah," tulis pembaca detikcom lainnya Deki Muliadi.



Simak Video "Premium Bakal Dihapus, Ini Tanggapan Warga"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)