Ahok Sebut Beberapa Kilang Pertamina Mau Ditutup, Kenapa?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 02 Des 2020 17:33 WIB
Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok meluncurkan buku Panggil Saya BTP di Gedung Tempo, Palmerah, Jakarta Selatan, Senin (17/2/2020).
Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok mengatakan, Pertamina akan menutup beberapa kilang karena dinilai tidak efisien. Saat ini, Ahok bilang, Pertamina memiliki 6 kilang.

Ahok menjelaskan, Pertamina akan menarik investasi khususnya di hulu minyak dan gas bumi (migas). Sebab, Pertamina tengah agresif mengembangkan aspek komersial dan perdagangan.

"Pertamina akan agresif mengembangkan komersial dan trading karena kita memiliki pasar dan Pertamina saat ini mengoperasikan jaringan distribusi terintegrasi yang kompleks di negara kepulauan," katanya dalam 2020 International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas, Rabu (2/12/2020).

Ahok melanjutkan, Pertamina saat ini memiliki delapan wilayah pemasaran dan enam kilang. Ahok bilang, beberapa kilang akan ditutup karena Pertamina mengembangkan beberapa kilang yang terintegrasi khususnya Tuban dan Balongan.

Di laman Pertamina tertulis, saat ini perusahaan memiliki lima kilang yakni Balikpapan, Cilacap, Balongan, Dumai, Plaju dan satu kilang kecil di Sorong dengan total produksi BBM sekitar 680 ribu barel per hari. Meski begitu, Ahok tidak menyebut kilang mana yang akan ditutup.

"Mungkin beberapa akan ditutup karena sangat tidak efisien. Itulah mengapa kita membutuhkan beberapa kilang baru khususnya Tuban dan Balongan yang otomatis memproduksi petrokimia," katanya.

Ahok mengatakan, Pertamina saat ini memiliki 7.461 stasiun BBM. Maka, ia percaya, investor yang hendak masuk ke hulu migas bisa juga berpartisipasi di logistik atau rantai pasok.

"Itulah mengapa kita percaya investor ketika investasi di upstream, mereka juga bisa kerja sama dengan kita di logistik dan menggunakan supply chain," ujarnya.

(acd/zlf)