Kementerian ESDM Gandeng TNI AL Monitor Migas di Lepas Pantai

Faidah Umu Safuroh - detikFinance
Rabu, 31 Mar 2021 12:59 WIB
Kerja sama Kementerian ESDM dan TNI AL dalam kegiatan pengawasan migas di lepas pantai ini telah terjalin sejak 1967.
Foto: Dok. Kementerian ESDM
Jakarta -

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kementerian ESDM) dan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) menandatangani kerja sama Perbantuan Personel TNI AL dalam Penugasan di lingkungan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, di Gedung Ibnu Sutowo, Jakarta, Selasa (30/3).

Kerja sama ini terkait kegiatan pengawasan migas di lepas pantai melalui Staf Khusus Urusan Maritim Minyak dan Gas Bumi (Susmar Migas). Mewakili Kementerian ESDM, hadir Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Tutuka Ariadji. Sementara TNI AL diwakili oleh Asisten Personel (Aspers) KASAL Laksda TNI Irwan Achmadi.

Kerja sama Kementerian ESDM dan TNI AL dalam kegiatan pengawasan migas di lepas pantai ini telah terjalin sejak 1967. Ini sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) Panglima Angkatan Laut dengan Dirjen Migas nomor 5401.40 dan nornor 371 /DD/MIGAS/ 1967 tanggal 4 Juli 1967. Namun, mengingat payung hukum Susmar Migas tersebut sudah terlalu lama, perlu dilakukan penyesuaian kondisi saat ini.

"Alhamdulilah, pada hari ini perjanjian kerja sama (PKS) antara Kementerian Energi c.q Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dengan TNI Angkatan Laut direvisi sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku, guna ditandatangani antara kedua belah pihak," ujar Menteri ESDM Arifin Tasrif dalam keterangan tertulis, Rabu (31/3/2021).

Menurutnya, Susmar Migas berperan penting dalam pelaksanaan pengawasan kegiatan migas di lepas pantai dan turut serta membantu pengamanan objek vital nasional dari aspek kemaritiman. Saat ini pemerintah akan mengejar target produksi 1 juta barel per hari dan 12 miliar standar kaki kubik gas per hari (BSCFD).

"Untuk itu peranan Susmar Migas diperlukan dalam mendukung target pemerintah dengan pola bekerja cepat, cermat dan produktif," katanya.

Perjanjian kerja sama harus dilaksanakan dan ditaati oleh kedua belah pihak, dengan mengutamakan kepentingan bangsa dan negara. Perjanjian kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan sinergi dan soliditas yang lebih erat lagi antara Kementerian ESDM dan TNI AL.

"Saat ini kita sedang diuji dengan adanya Pandemi COVID-19. Namun sebagai anak bangsa kita harus berkomitmen untuk menjaga dan meningkatkan perekonomian untuk kepentingan bangsa dan negara. Untuk itu salah satu perjuangan pembangunan dan pemulihan ekonomi dengan cara melindungi pengelolaan kegiatan migas guna mendukung tujuan negara Indonesia maju," paparnya.

Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) Laksamana TNI Yudo Margono dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten Personel (Aspers) Laksda TNI Irwan Achmadi mengungkapkan perbantuan personel TNI AL dalam kegiatan migas yang telah dilakukan sejak 1967 ini merupakan wujud sinergitas kedua instansi ini dalam pembangunan bangsa.

Menurut Yudho, perlu dipahami ruang laut di Indonesia saat ini dikelola enam kementerian. Oleh karena itu, interoperabilitas merupakan syarat mutlak dalam mengelola sumber daya migas agar dapat dikelola dan dimanfaatkan secara bijak, efektif dan efisien guna kesejahteraan rakyat Indonesia.

Susmar migas sebagai koordinator lapangan memiliki tugas untuk menyediakan data dan informasi tentang kegiatan eksplorasi migas lepas pantai kepada kementerian dan lembaga terkait. Data dan informasi tentang kegiatan eksplorasi migas di wilayah laut nasional merupakan hal penting bagi TNI AL dan instansi-instansi kemaritiman yang secara aktif bergiat di laut.

"Penandatanganan ini merupakan momentum untuk meningkatkan interoperabilitas antara TNI AL dan Susmar Migas. Dengan demikian akan terdapat harmonisasi dalam pemanfaatan ruang wilayah laut nasional, terutama determinasi wilayah laut yang dimanfaatkan untuk eksplorasi migas dan wilayah laut yang dimanfaatkan untuk operasi dan latihan TNI AL, serta wilayah laut yang digunakan sebagai jalur pelayaran baik domestik maupun internasional," paparnya.

TNI AL merupakan bagian integral dari komponen pertahanan negara yang memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas dan keamanan wilayah laut nasional. Laut yang aman akan memberikan keleluasaan bagi pemerintah dalam merealisasikan dan mengembangkan eksplorasi sumber daya laut nasional.

"Pengelolaan sumber daya laut yang baik akan menjamin ketersediaan energi bagi rakyat Indonesia, terutama migas. Tersedianya cadangan migas yang besar dan berjangka panjang akan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan perekonomian bangsa dan peningkatan kesejahteraan rakyat," tambahnya.

Mengakhiri sambutannya, Yudho mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang sudah terjalin dengan sangat baik dan diharapkan dapat terus ditingkatkan demi pembangunan bangsa, serta kesejahteraan rakyat Indonesia.

"Di laut tersimpan harapan, di laut tersimpan kejayaan, sinergi untuk negeri," tutupnya.

Penandatanganan kerja sama ini dihadiri oleh para pejabat eselon II di lingkungan Ditjen Migas, Kepala Susmar Erwin Gora, serta Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas Rudi Satwiko.

(akn/hns)