Kembangkan Metanol, Kementerian ESDM Gaet Institusi Internasional

Angga Laraspati - detikFinance
Jumat, 02 Apr 2021 22:23 WIB
ESDM
Foto: Kementerian ESDM
Jakarta -

Pemerintah terus berusaha untuk mengembangkan energi bersih yang hingga saat ini masih menjadi salah satu perhatian utama. Mendukung hal tersebut, Kementerian ESDM resmi menggandeng The Methanol Institute untuk mengembangkan metanol sebagai sumber energi.

Penandatanganan Letter of Intent (LOI) antara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dengan The Methanol Institute, digelar secara virtual, Selasa (30/3) yang lalu. Mewakili Kementerian ESDM adalah Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Tutuka Ariadji dan The Methanol Institute diwakili Chief Executive Officer (CEO), Gregory Dolan.

Dalam nota kesepahaman ini, Kementerian ESDM dan The Methanol Institute bersepakat untuk bertukar informasi mengenai industri metanol, termasuk perkembangan teknologi dan pemanfaatannya sebagai produk energi dan melakukan penelitian bersama berbasis karya tulis ilmiah mengenai metanol sebagai produk energi di Indonesia.

Tak berhenti sampai di situ saja, kerja sama ini juga mengembangkan kemampuan teknis stakeholders yang berasal dari Indonesia, termasuk pejabat pemerintah dan pihak swasta, serta mengadakan seminar, lokakarya, konferensi dan mengembangkan kegiatan kerja sama terkait lainnya yang disepakati keduanya.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Tutuka Ariadji mengatakan, meskipun pandemi COVID-19 masih belum tuntas, tidak menghambat kedua pihak untuk memulai kerja sama. Penandatanganan LoI ini menjadi salah satu perhatian Menteri ESDM yang langsung menugaskan Dirjen Migas menjadi perwakilan Kementerian ESDM dalam menandatangani LoI.

"Meskipun pada saat ini kedua pihak hanya menandatangani LoI, namun diharapkan kerja sama ini dapat terus berkembang dan tidak berhenti hanya pada penandatanganan saja," ujar Tutuka dalam keterangan tertulis, Jumat (2/4/2021).

Mengingat cakupan bidang kerja sama yang cukup luas tersebut, Tutuka meminta unit di lingkungan Kementerian ESDM turut terlibat aktif dalam merealisasikan kerja sama ini.

Unit yang dimaksud adalah Badan Penelitian dan Pengembangan, Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan, dan Konservasi Energi, Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara, serta unit di lingkungan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi.

Tutuka juga menyampaikan terima kasih kepada The Methanol Institute atas dukungannya dalam pengembangan metanol di Indonesia.

"Saya berharap atas dukungan The Methanol Institute, pemanfaatan metanol sebagai sumber energi dapat mempercepat penggunaan energi bersih di Indonesia dan juga mendukung ketahanan energi Indonesia," katanya.

Sementara itu, CEO The Methanol Institute Gregory Dolan menyambut gembira kerja sama ini karena merupakan peluang yang bagus dalam pengembangan metanol sebagai salah satu energi bersih.

Pengembangan metanol sebagai sumber energi, menghadapi sejumlah tantangan, antara lain, dampak kegiatan ekonomi terhadap lingkungan. Oleh karena itu, Pemerintah dan sektor bisnis harus turut berpartisipasi dalam program ini.

Tantangan lainnya adalah memastikan antara ketahanan energi dan transisi atau peralihan energi. Bagi ekonomi berkembang, transisi energi jangan menjadi hal yang menakutkan, tapi harus didukung untuk pertumbuhan ekonomi.

Adapun kerja sama antara Kementerian dan The Methanol Institute dibagi dalam empat area yaitu peningkatan kapasitas, rekomendasi kebijakan, kajian awal mengenai potensi metanol dan forum metanol di Indonesia.

Dari segi peningkatan kapasitas kerja sama ini bertujuan membangun pemahaman mengenai metanol dan industrinya untuk membekali Pemerintah Indonesia dengan pengetahuan dan pengalaman yang dibutuhkan mengenai metanol sebagai produk energi di Indonesia, sesuai dengan kebijakan Pemerintah dalam hal ketahanan energi, ekonomi dan mitigasi perubahan iklim.

Strategi yang dilakukan adalah menyelenggarakan lokakarya bersama dengan Pemerintah Indonesia untuk berbagi informasi mengenai industri metanol, metanol sebagai produk energi dalam berbagai penggunaan dan metanol sebagai solusi mitigasi perubahan iklim.

Area kedua adalah rekomendasi kebijakan, nantinya The Methanol Institute akan memberikan rekomendasi kebijakan yang berkaitan dengan pengembangan metanol dan pemanfaatannya sebagai sebuah produk energi alternatif dengan tetap mempertimbangkan keberadaan sumber daya lokal.

Strateginya, The Methanol Institute akan menganalisa dengan cermat potensi metanol sebagai produk energi alternatif di Indonesia, serta merekomendasikan rencana dan strategi atas pengembangan metanol di Indonesia dengan tetap memberikan nilai ekonomisnya dibandingkan energi alternatif lainnya.

Selanjutnya adalah kajian awal mengenai potensi etanol yang bertujuan mengkaji potensi teoritis, teknis dan pasar pengembangan metanol di Indonesia, termasuk bio-metanol dari limbah biomassa.

Strategi yang akan dilakukan adalah mengembangkan studi bersama antara dalam menganalisa potensi pengembangan metanol sebagai produk energi, terutama bio-metanol dari limbah biomassa, di wilayah tertentu di Indonesia.

Terakhir, membuat sebuah Forum Metanol di Indonesia dengan tujuan memfasilitasi sektor swasta Indonesia untuk bertemu dan berhubungan dengan produsen, distributor dan penyedia teknologi metanol internasional, dengan tujuan membangun kemitraan komersial dan strategis.

Kementerian ESDM dan The Methanol Institute akan bersama-sama menyelenggarakan Forum Metanol di Indonesia dengan pihak swasta terkait dan industri metanol internasional, untuk berbagi dan membahas peluang kerja sama pengembangan metanol di Indonesia.

(mul/ega)