Perusahaan Ini Mau Bangun PLTS di Dekat Ibu Kota Baru

Hendra Kusuma - detikFinance
Sabtu, 10 Apr 2021 23:00 WIB
Menteri ESDM Ignasius Jonan mengajak Pemda untuk dapat mendorong penggunaan energi baru terbarukan (EBT). Salah satunya adalah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Ilustrasi/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

PT Indika Energy Tbk membangun proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di wilayah ibu kota negara (IKN) baru, tepatnya di kawasan PT Kideco Jaya Agung yang merupakan anak usahanya. Lokasinya di Paser, Kalimantan Timur.

Ibu kota baru ditetapkan pemerintah berada di daerah Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di Kabupaten Kutai Kartanegara,Kalimantan Timur.

Adapun rencana Indika Energy membangun PLTS di daerah ibu kota baru untuk mendukung pengembangan sektor energi baru dan terbarukan (EBT) di Indonesia dan menjadi percontohan untuk pengerjaan proyek-proyek lainnya di masa mendatang.

"Pembangunan PLTS di Kideco ini merupakan wujud komitmen Indika Energy untuk menggunakan energi bersih di dalam operasionalnya. Hal ini juga merupakan wujud kemampuan kami untuk membangun proyek PLTS dan berharap dapat mengembangkan lebih banyak proyek serupa ke depannya," kata Direktur Utama Indika Energy, Arsjad Rasjid dalam keterangan resminya, Sabtu (10/4/2021).

Rencananya, Indika Energy membangun PLTS berkapasitas 409 Kilo Watt Peak (KWP). Pembangkit ini diinstalasi di lingkungan perumahan karyawan Kideco dengan menggunakan solar panel (fotovoltaik) sebanyak 999 unit yang terpasang di dasar dan atap rumah dengan menggunakan 3 inverter.

Sistem operasional dengan model hybrid ini bisa digunakan secara on grid dan off grid, baik terhubung ataupun tidak dengan jaringan PLN dengan waktu operasional selama 7 jam.

Arsjad mengatakan pembangunan PLTS dimulai pada Oktober 2020 dan selesai pada Maret 2021. Pengerjaan dilakukan oleh anak usaha Indika Energy yang bekerja sama dengan mitra yang ditunjuk untuk melakukan pekerjaan Engineering, Procurement dan Construction (EPC).

"PLTS saat ini merupakan salah satu solusi pemanfaatan energi terbarukan dan ramah lingkungan, yang dapat berkontribusi pada pengendalian iklim dan menghadapi tantangan pemanasan global," ujarnya.

Pembangunan PLTS, dikatakan Arsjad, selaras dengan kebijakan nasional maupun internasional berkaitan dengan perubahan iklim termasuk Paris Agreement dan inisiatif pemerintah Indonesia dalam upayanya mengurangi emisi hingga 29% pada tahun 2030.

Dalam jangka panjang, PLTS di Kideco ini diperkirakan dapat mengurangi konsumsi diesel sebanyak 45% sehingga tidak hanya membuat biaya produksi listrik lebih efisien namun juga akan mengurangi emisi gas rumah kaca.

"Indonesia memiliki potensi yang sangat besar di sektor energi terbarukan dan kami menyadari akan meningkatnya kebutuhan solusi energi bersih dan ramah lingkungan. Indika Energy berkomitmen untuk berkontribusi secara signifikan dan terus menjalankan bisnis secara berkelanjutan," ungkapnya.

Sebelumnya, pada Maret lalu Indika Energy juga telah mendirikan PT Empat Mitra Indika Tenaga Surya (EMITS), sebuah perusahaan penyedia solusi tenaga surya terintegrasi di Indonesia. Inisiatif ini dilakukan melalui kemitraan dengan Fourth Partner Energy, pengembang solusi tenaga surya terdepan asal India, yang secara mayoritas Fourth Partner Energy dimiliki oleh The Rise Fund, social impact fund terbesar di dunia.

Pendirian EMITS ini diharapkan akan berkontribusi terhadap pencapaian komitmen perusahaan untuk meningkatkan porsi pendapatan dari sektor non-batubara sebesar 50% pada tahun 2025.

(hek/ara)