RI Mau Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca 29%

Erika Dyah Fitriani - detikFinance
Senin, 28 Jun 2021 20:45 WIB
Airlangga Hartarto (tengah).
Foto: dok. Kemenko Perekonomian

Dalam kesempatan ini, Airlangga juga menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kontribusi pihak-pihak yang turut berperan dalam penyelesaian laporan OECD.

"Terutama rekan-rekan di Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan, Bappenas, Kementerian LHK, Kementerian Perindustrian, OJK, DEN, PT PLN, PT SMI, serta asosiasi di sektor energi bersih dan lembaga jasa keuangan dan pemangku kepentingan lainnya," imbuhnya.

Ia berharap OECD tidak hanya berhenti di pemberian rekomendasi, akan tetapi juga dapat memberikan dukungannya dalam hal berbagi praktik dan pengalaman terbaik. Selain itu, ia berharap OECD dapat turut serta memfasilitasi peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

"Yang terpenting, saya mendorong negara-negara OECD untuk yakin dalam membiayai dan berinvestasi di proyek energi bersih di Indonesia, saya harap semua pemangku kepentingan dapat berpartisipasi aktif untuk mempercepat pembangunan rendah karbon di Indonesia" pungkasnya.

Sebagai informasi, kegiatan yang berlangsung daring dan luring ini turut dihadiri oleh Duta Besar Denmark Lars Bo Larsen, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, dan Sekretaris Jenderal OECD Mathias Cormann, serta pejabat eselon I dari Kemenko Perekonomian, Kementerian ESDM dan Kementerian LHK.


(prf/hns)