Krisis BBM di Inggris Mereda, Begini Kondisi Terbarunya

Aulia Damayanti - detikFinance
Jumat, 01 Okt 2021 09:21 WIB
Petrol pumps out of use at a petrol station in London, Wednesday, Sept. 29, 2021. Prime Minister Boris Johnson sought to reassure the British public Tuesday that a fuel-supply crisis snarling the country was “stabilizing,” though his government said it would be a while before the situation returns to normal. Johnsons government has put army troops on standby to help distribute gasoline and help ease a fuel drought, triggered by a shortage of truck drivers, that has drained hundreds of pumps and sent frustrated drivers on long searches for gas. (AP Photo/Frank Augstein)
Foto: AP/Frank Augstein

Masalah kedua, panic buying karena tahu banyak pom bensin tutup, orang berbondong-bondong beli bensin hingga mengosongkan stok bensin di 8.380 SPBU di Inggris.

Beberapa masalah itu, memang bisa disebut karena Brexit dan pandemi. Brexit membuat puluhan ribu pekerja dari Uni Eropa meninggalkan pekerjaan sebagai sopir truk di Inggris. Mereka dipersulit dengan aturan imigrasi baru pasca-Brexit.

Akhirnya, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson akhir pekan lalu mengeluarkan visa sementara untuk 5.000 pengemudi truk lagi dan 5.500 pekerja unggas untuk membantu memproses kalkun Natal.

"Apa yang saya pikir tidak ingin dilakukan oleh orang-orang di negara ini adalah memperbaiki semua masalah kita dengan imigrasi yang tidak terkendali," katanya.

Meski demikian, visa sementara hanya berlaku selama Natal. Belum tahu apakah sopir akan kembali lagi karena banyak sopir mengeluhkan gaji kecil dan kondisi kerja yang tidak menyenangkan di Inggris. Termasuk kurangnya tempat peristirahatan yang bersih.


(ara/ara)