Jakarta Terancam Banjir, Simak Tipsnya Biar Nggak Kesetrum

ADVERTISEMENT

Jakarta Terancam Banjir, Simak Tipsnya Biar Nggak Kesetrum

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Senin, 08 Nov 2021 10:12 WIB
Perumahan Pondok Gede Permai, Bekasi, menjadi salah satu kawasan yang cukup parah terendam banjir. Hari ini petugas PLN memeriksa instalasi listrik di rumah warga.
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Hujan deras melanda Jakarta dalam beberapa hari belakangan ini. Sejumlah titik telah terendam air alias banjir. Saat banjir, ada bahaya yang mengintai yakni risiko tersengat listrik.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya, Doddy B Pangaribuan menjelaskan, saat hujan lebat dan mengakibatkan banjir, PLN akan memadamkan listrik sementara. Beberapa kondisi yang menyebabkan PLN terpaksa memadamkan listrik yaitu rumah warga kebanjiran, aset PLN kebanjiran, atau rumah warga dan aset PLN kebanjiran.

Doddy mengatakan, hal pertama yang harus dilakukan masyarakat saat banjir untuk menghindari bahaya tersengat aliran listrik yaitu mematikan listrik dari Meter Circuit Breaker (MCB) di kWh meter. Selanjutnya, cabut seluruh peralatan listrik yang masih menancap dan naikkan alat elektronik ke tempat yang lebih aman.

Masyarakat bisa menghubungi PLN melalui alikasi PLN Mobile, Contact Center 123 atau datang langsung ke kantor wilayah terdekat untuk meminta petugas memadamkan aliran litrik di wilayah tersebut melalui gardu distribusi.

Setelah banjir surut, masyarakat bisa membersihkan rumah, peralatan eletronik, termasuk instalasi listrik sampai kering. Penormalan listrik oleh PLN akan dilakukan apabila instalasi listrik PLN maupun warga sudah dalam kondisi kering dan siap dialiri listrik. Penyalaan listrik kembali pasca banjir akan dilakukan dengan didahului oleh penandatanganan berita acara disaksikan oleh Ketua RT/RW atau tokoh masyarakat setempat.

"Kami juga menghimbau apabila datang hujan, jangan berteduh di dekat instalasi kelistrikan seperti tiang listrik, gardu listrik, maupun tiang lampu penerangan jalan untuk menghindari bahaya tersengat arus listrik," ungkap Doddy seperti dikutip dalam keterangannya, Senin (8/11/2021).

Masyarakat juga perlu menggunakan alat pengaman diri seperti sepatu boots yang kedap air apabila melewati genangan air untuk menghindari risiko terkena pecahan kaca, paku, bakteri, maupun arus listrik bocor.

"Arus listrik bocor bisa saja terjadi disebabkan oleh gesekan kabel PLN dengan kabel lain yang dipasang tidak sesuai aturan atau bahkan tidak berizin di tiang PLN. Selain itu masyarakat yang mengambil listrik langsung dari tiang juga sangat berbahaya karena kabelnya tidak standar dan sangat berpotensi menimbulkan arus bocor, lalu tiangnya bisa bertegangan listrik dan kalau banjir itu air di sekitarnya bisa ada aliran listriknya, sangat berbahaya," tegas Doddy.

(acd/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT