ADVERTISEMENT

Bapak-Ibu Ingat Ya! Nanti Masak Nggak Pakai LPG Lagi, Ini Gantinya Lho

Tim detikcom - detikFinance
Sabtu, 20 Nov 2021 13:31 WIB
Petugas melakukan pengisian gas ke dalam tabung LPG 3 kg di Stasiun Pengisian Bahan bakar Elpiji (SPBE) di kawasan Terminal LPG Makassar, Kamis (3/10/2019). Setiap hari terminal tersebut memproduksi 22 ribu tabung 3 kg berisi gas dengan kapasitas 60-70 metrik ton untuk kebutuhan warga Makassar.
Bapak-Ibu Ingat Ya! Nanti Masak Nggak Pakai LPG Lagi, Ini Gantinya Lho
Jakarta -

Pemerintah tengah berupaya mengganti penggunaan LPG (Liquified Petroleum Gas) dengan gasifikasi batu bara atau DME (Dimethyl Ether). Artinya, nanti bapak dan ibu kalau memasak tidak lagi menggunakan LPG.

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan rencana ini merupakan bagian dari investasi yang akan masuk pada Januari 2022. Pertamina dan Air Products berperan dalam peralihan LPG ke DME nantinya.

"Sudah akan jalan 2022 Januari itu dengan Pertamina dengan PTBA (PT Bukit Asam) dan air product dengan pengusaha nasional membangun DME (pengganti LPG)," kata Bahlil dalam keterangan pers virtual, Kamis (11/11/2021) lalu.

Harga DME

Harga DME disebut akan lebih murah dibandingkan LPG. Pertamina mengatakan penentuan harga DME sedang dalam tahap kajian.

"Saat ini penentuan harga DME masih dalam tahap kajian yang tentunya akan disesuaikan dengan kebijakan yang diterbitkan oleh pemerintah terkait distribusi DME," kata Corsec Subholding Commercial and Trading Pertamina, Irto Ginting, kepada detikcom, Jumat (12/11/2021).

Peralihan LPG ke DME juga membutuhkan waktu yang panjang untuk rencana pembangunan gasifikasi batubara serta persiapan sarana dan fasilitas pendukung distribusi DME. Selain itu, sosialisasi kepada masyarakat pun akan sangat dibutuhkan karena terjadi perubahan kebiasaan.

"Adapun untuk konversi dari LPG ke DME akan mengikuti roadmap yang ditetapkan oleh pemerintah terkait implementasi DME sebagai bahan bakar rumah tangga pengganti LPG," tutur Irto.

Apa itu DME? Cek halaman berikutnya.

Apa Itu DME?

Dikutip dari siaran pers PT Bukit Asam sebagai salah satu perusahaan yang menggarap pembuatan DME, mengungkap dimethyl ether (DME) terbentuk dari gasifikasi batu bara.

Pabrik gasifikasi batu bara akan mengolah sebanyak 6 juta ton batu bara per tahun untuk diproses menjadi 1,4 juta ton dimethyl ether (DME). Produk ini mampu membantu mengurangi impor LPG sebanyak lebih dari 1 juta ton per tahun.

Kemudian, mengutip dari laman Kementerian ESDM, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) ESDM Dadan Kusdiana mengungkap DME bisa diproduksi dari berbagai sumber energi, termasuk bahan yang dapat diperbarui.

Antara lain biomassa, limbah dan Coal Bed Methane (CBM). Namun saat ini, batu bara kalori rendah dinilai sebagai bahan baku yang paling ideal untuk pengembangan DME.

Karakteristik DME disebut memiliki kesamaan baik sifat kimia maupun fisika dengan LPG. Jadi, DME dapat menggunakan infrastruktur LPG yang ada sekarang, seperti tabung, storage dan handling eksisting. Campuran DME sebesar 20% dan LPG 80% dapat digunakan kompor gas eksisting.

Pemilihan DME untuk substitusi sumber energi juga mempertimbangkan dampak lingkungan. DME dinilai mudah terurai di udara sehingga tidak merusak ozon dan meminimalisir gas rumah kaca hingga 20%.

(ara/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT