Kala Ahok Bilang Bullshit soal IBC Beli Perusahaan Mobil Listrik Jerman

Siti Fatimah - detikFinance
Jumat, 26 Nov 2021 10:25 WIB
Ahok
Foto: 20Detik
Jakarta -

Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab disapa Ahok sempat menyoroti rencana Holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Baterai atau Indonesia Battery Corporation (IBC) yang ingin mengakuisisi perusahaan mobil listrik asal Jerman. Dalam akun Youtube 'Panggil Saya BTP', Ahok mengatakan Pertamina Power Indonesia (PPI) pernah memperlihatkan presentasi rencana tersebut.

Akan tetapi, dia heran dengan rencana pembelian perusahaan mobil listrik itu. Kemudian jawaban yang diberikan PPI adalah agar pembelian itu bisa memproduksi dan masuk ke pasar Amerika dan China.

"Itu saya bilang hati-hati, Anda nggak boleh mau beli sesuatu mengarang atau memberikan future valuasinya ke depan. Dasarnya apa? Dia sebut bisa untung-bisa untung karena menggunakan future valuation," jelas dia dikutip Jumat (26/11/2021).

Dia juga mewanti-wanti, adanya rencana ini jan

"Makanya ini kalau suatu hari masuk penjara ini hanya bisnis decision. Bullshit, saya bilang, lu udah tahu kok, pakai perasaan kamu deh. Anda mau bikin mobil listrik, sudah punya aki, lebih baik kembangin anak-anak ITS," ujar dia.gan sampai menjadi masalah di masa yang akan datang hanya karena keputusan bisnis. Bahkan, kata dia, jangan sampai bisa masuk penjara.

Ahok mengatakan, bisa saja menggandeng perusahaan mobil luar seperti Wuling dan menggunakan merek lokal. "Masih inget nggak dulu Hyundai jadi Bimantara, KIA jadi Timor. Its okay, kenapa anda nggak lakukan itu, supaya bisa berkembang," jelasnya.

Ahok sendiri mengaku tak punya pengetahuan yang banyak. Namun, jika ada keterangan yang tidak beres, ia dengan cepat bisa menangkap hal tersebut.

"Makanya saya bilang, saya bukannya punya pengetahuan yang banyak. Tapi ketika anda bicara depan saya, saya kejar ngomong-ngomong anda mulai ngaco, saya sudah bisa dengan cepat nangkap anda mens reanya nggak beres," ujarnya.

Ahok menambahkan, pasar Amerika sendiri sudah ada Tesla yang punya posisi kuat, begitu pun di China. "Bos di Amerika ada Tesla bos, di China aduh, Wuling cuma Rp 50 juta mobil listrik," tambah Ahok.



Simak Video "Marahnya Ahok: Banyak Kontrak di BUMN yang Sangat Merugikan!"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)