Menteri ESDM: Transisi Energi Perlu Investasi Rp 14.300 Triliun

Trio Hamdani - detikFinance
Kamis, 16 Des 2021 11:10 WIB
Jakarta Energy Forum 2020 resmi dibuka oleh Menteri ESDM Arifin Tasrif. Acara ini bertema
Menteri ESDM Arifin Tasrif
Jakarta -

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menyebut transisi energi membutuhkan investasi mencapai US$ 1 triliun, atau setara Rp 14.300 triliun (kurs Rp 14.300). Itu dibutuhkan untuk jangka panjang setidaknya hingga 2060.

"Transisi energi ini menunjukkan bahwa perlunya investasi ini akan meningkat, bahkan dalam jangka panjang jumlah investasi sektor daya atau energi ini sekitar US$ 1 triliun pada tahun 2060 nanti,"katanya dalam IEP Elaunch December 2021, Kamis (16/12/2021).

Namun dia tak menyebutkan secara spesifik investasi sebesar itu merupakan kebutuhan energi di Indonesia saja atau secara global. Terlepas dari itu dia menjelaskan bahwa investasi energi tersebut dapat ditekan dengan berbagai cara.

"Diharapkan dengan energi yang kompetitif ini kita bisa menekan investasi dan juga bermitra dengan berbagai pemangku kepentingan termasuk sektor swasta. Ini menjadi suatu hal yang sangat penting untuk bisa menuju transisi energi," jelasnya.

Di Indonesia sendiri, pemerintah terus meningkatkan daya tarik iklim investasi di dalam negeri, misalnya dari sisi skema pendanaannya untuk menjangkau pembangkit listrik maupun infrastruktur energi baru terbarukan (EBT).

"Penting juga untuk dicatat bahwa pengembangan energi terbarukan ini harus menciptakan efek ganda atau multiplier terhadap ekonomi kita," tambahnya.

Lihat juga video 'Menteri ESDM Ungkap Penjualan BBM Premium Akan Dikurangi Pelan-pelan':

[Gambas:Video 20detik]



(toy/fdl)