Kilang Balikpapan Sudah 100 Tahun, Dibangun Lagi buat Pangkas Impor

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Senin, 10 Jan 2022 07:30 WIB
Proyek Pembangunan Kilang Balikpapan
Foto: Achmad Dwi Afriyadi/detikcom: Proyek Pembangunan Kilang Balikpapan
Jakarta -

Berbagai upaya dilakukan PT Pertamina (Persero) untuk memangkas impor. Salah satu langkah yang dilakukan ialah dengan mengembangkan Kilang Balikpapan.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan Kilang Balikpapan dibangun tahun 1922. Artinya, umur kilang ini 100 tahun pada tahun ini. Jika dilihat dari umurnya, kilang ini sudah tua. Tak heran, kualitas dan efisiensinya rendah. Maka itu, Pertamina melakukan penyesuaian.

"Jadi ini barang sudah sepuh bagaimana mau produktif, bagaimana mau efisien, energi efisiensinya rendah, kualitas produknya EURO II. EURO II itu sudah di banyak negara sudah ditinggalkan," katanya dalam acara Gathering Pertamina & Media di Balikpapan seperti dirangkum Senin (10/1/2022).

Dengan pengembangan Kilang Balikpapan, kualitas produk akan ditingkatkan menjadi EURO V. Kemudian, kapasitas pengolahannya akan ditingkatkan menjadi 360 ribu barel per hari. "Produksinya yang tadinya 260 ribu barel per hari akan meningkat 360 ribu barel per hari," ujarnya.

Dengan bertambahnya kapasitas ini, maka impor BBM bisa dikurangi 100 ribu barel per hari. Hal ini terjadi pada Oktober 2023 alias tahun depan.

"Kilang ini akan menambah kapasitas dari yang hari ini 260 ribu barel per hari akan meningkat menjadi 360 ribu barel per hari. Artinya mulai Oktober 2023 akan ada pengurangan impor dari BBM sebesar 100 ribu barel per hari. Ini cukup besar nilainya," katanya.

Pengembangan Kilang Balikpapan menelan investasi sekitar US$ 7 miliar. Adapun progres proyek ini sekitar 47%.

"Selama 24 bulan ini mengeksekusi project ini, proyek sudah sekitar 47% dengan TKDN 30,6%, atau ekuivalen dengan Rp 8,4 triliun. Jadi sebesar Rp 8,4 triliun yang berputar menghasilkan multiplier effect baik untuk industri dalam negeri maupun untuk penyerapan tenaga kerja," terangnya.

Selain dari Kilang Balikpapan, kapasitas kilang juga bertambah dari proyek Kilang Balongan.

"Selain RDMP Balikpapan, kita juga sekarang sedang membangun RDMP Balongan, akan selesai April tahun ini. Jadi di Balongan itu yang tadinya kapasitas 125 ribu barel per hari akan meningkat menjadi 150 ribu barel per hari dengan kualitas Euro V juga," ujarnya.

Rincian biaya proyek di halaman berikutnya.