Melihat Masa Depan Tambang Emas Bawah Tanah Gunung Pongkor

Alfi Kholisdinuka - detikFinance
Senin, 10 Jan 2022 16:00 WIB
Pengolahan Emas Antam di Gunung Pongkor
Foto: detikcom
Bogor -

Nama Pongkor sejak bertahun-tahun sudah akrab bagi sebagian masyarakat khususnya di provinsi Jawa Barat. Wilayah di Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, ini identik dengan aktivitas pertambangan emas oleh BUMN PT Aneka Tambang Tbk (Antam).

Sejak ditemukan emas pada tahun 1988, Pongkor mulai resmi ditambang pada tahun 1994 oleh Unit Bisnis Pertambangan (UBP) Emas. Setidaknya, ada 6 terowongan atau lorong yang sudah dibuat untuk pengambilan ore atau bijih emas secara tertutup atau underground.

Tambang emas bawah tanah yang dibuat tersebut di antaranya terdiri dari Kubang Handak, Ciguha, Kubang Cicau, Ciurug, Pasir Jawa, dan Pamoyanan. Namun, saat ini hanya 3 lorong emas yang masih difungsikan untuk aktivitas pertambangan bawah tanah.

General Manager Unit Bisnis Pertambangan Emas Muhidin mengungkapkan bahwa saat ini timnya di Antam terus melakukan eksplorasi pencarian cadangan baru.

"Saat ini unit eksplorasi Antam, Unit Geomin & Technology Development masih aktif melakukan eksplorasi dan dari eksplorasi terakhir yang sudah dihitung, kita ada yang namanya sumber daya, sumber daya emas kita ini masih ada untuk beberapa tahun kedepan," ungkapnya kepada detikcom beberapa waktu lalu.

Pengolahan Emas Antam di Gunung PongkorPengolahan Emas Antam di Gunung Pongkor Foto: detikcom

Diketahui, Izin Usaha Pertambangan (IUP) Antam untuk Unit Bisnis Pertambangan Emas sendiri akan berakhir di 2031. Antam memastikan akan melakukan eksplorasi untuk menemukan cadangan baru di yang dilakukan secara paralel dengan produksi.

Muhidin menambahkan, pihaknya sudah menyiapkan langkah reklamasi pascatambang atau kegiatan terencana usai berakhirnya pertambangan. Salah satu konsep yang ditawarkan UBP Emas di masa depan pascatambang adalah mengubah lokasi bekas tambang menjadi kawasan wisata edukasi.

Adapun salah satu sektor pascatambang di masa depan itu adalah geoecoedutorism yang meliputi museum tambang bawah tanah untuk dijadikan objek tamasya edukasi seputar pertambangan.

"Sejauh ini, ini yang pertama di Indonesia, tambang emas bawah tanah dibuat museum tambang, baru museum tambang emas milik Antam, karena di wilayah lain mungkin masih beroperasi, hanya di Antam yang persiapannya sudah dilakukan dari awal," jelasnya.

Muhidin menuturkan lokasi tambang milik Antam, untuk purna tambang itu sudah disiapkan sejak 2018, bahkan museum tambang itu sudah dinobatkan sebagai salah satu bagian Geopark Nasional Pongkor. Geopark sendiri merupakan konsep terpadu dalam memanfaatkan kekayaan alam baik geologi atau hayati.

Pengolahan Emas Antam di Gunung PongkorPengolahan Emas Antam di Gunung Pongkor Foto: detikcom

Merasakan 'Tamasya' ke Lorong Emas

detikcom beberapa waktu lalu berkesempatan mengunjungi lorong emas bawah tanah itu. Jika dilihat dari luar, tampak jelas lorong itu adalah bekas pintu masuk atau jalan akses penambangan. Gapura lorong tersebut bertuliskan 'Museum Tambang Pongkor', tak jauh dari area museum ada underground park dan kegiatan operasional yang masih berjalan.

Pengunjung yang ingin menyusuri lorong emas Pongkor itu diharuskan melalui proses administrasi terlebih dahulu. Nantinya, petugas setempat akan memberikan sejumlah alat pengaman atau pelindung diri, seperti baju wearpack, sepatu boot dan head lamp untuk penerangan.

Asal tahu saja, mulut lorong emas itu gelap dan cukup besar yang diperkirakan memiliki lebar 5 meter dan tinggi 3 meter. Sementara, ujung dari satu lorong kurang lebih mencapai 6 kilometer jauhnya. Setiap beberapa ratus meter akan ditemukan percabangan gua, sehingga memerlukan cahaya senter dan alat komunikasi radio.

Untuk itu, setiap orang yang mengunjungi lorong emas harus didampingi oleh pemandu khusus. Selain bertugas mengantisipasi keadaan darurat, pemandu tersebut juga bekerja layaknya penuntun 'turis' yang menarasikan tentang aktivitas yang dilakukan para penambang di bawah tanah.

Sebagai informasi, Museum Tambang Pongkor saat ini masih belum terbuka untuk umum. Pasalnya, Antam masih terus melakukan penelitian dan riset untuk menggali potensi tambang bawah tanah tersebut, terlebih masih adanya beberapa operasional tambang bawah tanah, sehingga saat ini hanya terbuka untuk kunjungan penelitian.

"Kita berharap ke depan dengan adanya Museum Tambang ini, semakin banyak masyarakat mengetahui proses dunia tambang, sehingga mereka bisa punya wawasan, bagaimana para miner itu bisa melakukan aktivitas di bawah tanah dengan waktu yang cukup lama dan tetap safety," pungkas Muhidin.

detikcom bersama MIND ID mengadakan program Jelajah Tambang berisi ekspedisi ke daerah pertambangan Indonesia. Detikcom menyambangi kota-kota industri tambang di Indonesia untuk memotret secara lengkap bagaimana kehidupan masyarakat dan daerah penghasil mineral serta bagaimana pengolahannya. Untuk mengetahui informasi lebih lengkap, ikuti terus beritanya di jelajahtambang.detik.com.



Simak Video "Kontribusi PT Antam Terhadap Kegiatan Masyarakat Gunung Pongkor"
[Gambas:Video 20detik]
(akd/dna)