Dianggap Bukan Bestie, Rusia Setop Pasok Gas ke Polandia dan Bulgaria

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 27 Apr 2022 08:34 WIB
Ilustrasi sektor migas
Foto: Ilustrasi Migas (Fauzan Kamil/Infografis detikcom)
Jakarta -

Rusia akan menghentikan pasokan gasnya ke Polandia dan Bulgaria karena dianggap bukan negara bersahabat. Gazprom, raksasa energi Rusia, telah menyatakan akan berhenti mengirimkan gas mulai hari Rabu.

Di sisi lain, perusahaan gas negara Polandia PGNiG menyatakan telah diberitahu bila semua pengiriman gas akan dihentikan mulai pukul 08:00 CET (Central European Time). Kementerian Energi Bulgaria juga mengatakan telah diberitahu Gazprom bila pengiriman akan ditangguhkan mulai Rabu.

Dilansir dari BBC, Rabu (27/4/2022), pasokan gas dihentikan setelah Rusia mengatakan negara-negara itu masuk dalam daftar negara yang bukan sahabat. Rusia meminta negara-negara itu harus mulai membayar gas dalam mata uang Rubel atau pasokan gas akan dihentikan.

Polandia dan Bulgaria sendiri telah menolak untuk membayar gas dengan Rubel. PGNiG bergantung pada Gazprom untuk sebagian besar impor gasnya dan membeli 53% impornya dari perusahaan Rusia pada kuartal pertama tahun ini.

PGNiG menilai penangguhan pasokan gas ini sebagai pelanggaran kontrak, perusahaan akan mengambil langkah-langkah untuk memulihkan aliran gasnya.

Kementerian Iklim Polandia mengatakan pasokan energi negara itu aman. Menteri Iklim Anna Moskwa mengatakan tidak perlu menarik gas dari cadangan dan pasokan gas ke masyarakat tidak akan dipotong.

Wakil Menteri Luar Negeri Polandia, Marcin Przydacz, mengatakan negaranya telah mempersiapkan kemungkinan Rusia akan membatasi ekspor gas dengan mendiversifikasi pasokannya.

Polandia sudah berencana untuk berhenti mengimpor gas Rusia pada akhir tahun, ketika kontrak pasokan jangka panjangnya dengan Gazprom berakhir. PGNiG mengatakan penyimpanan gas bawah tanahnya hampir 80% penuh dan dengan mendekatnya musim panas permintaan lebih rendah.

Lanjut di halaman berikutnya.



Simak Video "Uni Eropa Teken Kerjasama Suplai Gas dengan Israel dan Mesir"
[Gambas:Video 20detik]