ADVERTISEMENT

Bahlil Buka-bukaan Kerja Sama Pertamina & Chevron Rp 146 Triliun

Aulia Damayanti - detikFinance
Jumat, 13 Mei 2022 22:31 WIB
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia menyampaikan keterangan pers terkait pencabutan Izin Usaha Pertambangan (IUP), Hak Guna Usaha (HGU), dan Hak Guna Bangunan (HGB) terhadap sejumlah perusahaan di Kantor BKPM, Jakarta, Jumat (7/1/2022). Pemerintah pada Senin (10/1/2022) akan mencabut 2.078 izin usaha tambang batu bara yang sudah diberikan kepada para pengusaha karena para pelaku usaha tersebut tidak pernah memanfaatkan IUP serta tidak pernah menyampaikan rencana kerja kepada pemerintah pemerintah. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/rwa.
Foto: Dok. Chevron
Jakarta -

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengungkap nilai investasi atas kerja sama antara PT Pertamina (Persero) dan Chevron Corporation melalui anak usaha, Chevron New Ventures Pte. Ltd.

Total kesepakatan tersebut senilai US$ 10 miliar atau setara Rp 146 triliun (kurs Rp 14.600/US$). Investasi ini untuk mendorong optimalisasi Indonesia dalam mendorong energi baru terbarukan.

"Geothermal menjadi salah satu andalan kita yang sampai saat ini dipacu. Kebetulan Chevron dan Pertamina sudah sudah memiliki hubungan baik selama berpuluh-puluh tahun. Ini akan mengoptimalkan total investasi US$ 10 miliar untuk 10 tahun ke depan," katanya dalam konferensi pers, dikutip dari kanal YouTube Sekretariat PresidenJumat (13/5/2022).

Bahlil percaya jika kesepakatan mampu dilakukan maka tujuan Indonesia untuk menjadi pusat industri hilirisasi energi baru terbarukan dapat tercapai.

"Sebab apa yang terjadi di hampir semua negara belahan dunia, tidak akan mungkin investasi masuk hilirisasi kalau tidak ada kesiapan kita untuk terkait energi baru terbarukan," terang Bahlil

Sebagai informasi, PT Pertamina (Persero) dengan anak usaha Chevron Corporations, Chevron New Ventures Pte. Ltd telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk menjajaki potensi peluang bisnis rendah karbon di Indonesia.

Chevron dan Pertamina berencana untuk mempertimbangkan teknologi panas bumi baru (novel geothermal), penyeimbangan karbon (carbon offsets) melalui solusi berbasis alam, penangkapan, pemanfaatan dan penyimpanan karbon (carbon capture, utilization, dan storage) (CCUS), serta pengembangan, produksi, penyimpanan, dan transportasi hidrogen dengan rendah karbon (lower carbon hydrogen).

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati dan Executive Vice President Business Development Chevron, Jay Pryor.

Agenda itu dilaksanakan di Washington, DC, waktu setempat. Dalam kesempatan itu, pejabat yang hadir secara fisik yakni hadir juga Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, dan Duta Besar RI untuk Amerika Serikat Rosan Roeslani.

(hns/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT