Jerman & Italia Bersedia Beli Gas Rusia Pakai Rubel, Eropa Melunak?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 23 Mei 2022 13:16 WIB
Ilustrasi sektor migas
Foto: Ilustrasi Migas (Fauzan Kamil/Infografis detikcom)
Jakarta -

Beberapa negara besar di Eropa mulai melunak kepada Rusia. Pemerintah Jerman dan Italia dilaporkan telah mengizinkan perusahaan di negaranya untuk membuka rekening mata uang Rubel untuk mengimpor gas Rusia.

Seperti diketahui, Presiden Rusia Vladimir Putin telah melarang negara-negara Eropa untuk mendapatkan gas tanpa transaksi menggunakan Rubel. Negara-negara Eropa yang masuk daftar negara tak bersahabat bagi Rusia ini wajib bertransaksi gas dengan menggunakan mata uang Rubel.

Dilansir dari laporan Reuters, Sabtu 21 Mei kemarin, Jerman dan Italia telah mengizinkan perusahaan importir gas untuk membuka rekening Rubel untuk terus membeli gas Rusia. Langkah ini disebut tidak akan melanggar sanksi terhadap Rusia setelah diskusi dengan Komisi Uni Eropa.

Sebelumnya, Polandia, Bulgaria dan Finlandia telah menolak untuk memenuhi permintaan Rusia untuk membayar gas melalui rekening Rubel dengan Gazprombank. Alhasil, pasokan gas Rusia ke 3 negara itu telah dipotong.

Namun, Jerman dan Italia tidak mau mengarahkan perusahaan ke tindakan yang dapat mengakibatkan hilangnya pasokan vital gas Rusia yang memanaskan rumah dan memberi daya pada pabrik.

Uni Eropa sendiri sebelumnya telah meluncurkan sanksi ekonomi kepada Rusia imbas langkah invasinya ke Ukraina. Salah satunya adalah mengucilkan Rubel Rusia dari jaringan keuangan dan perbankan Eropa.

Langkah Jerman dan Italia membuka rekening Rubel ini disebut-sebut dapat melanggar sanksi Uni Eropa ke Rusia. Beberapa diplomat di Brussel dari negara-negara anggota Uni Eropa pun mulai mempertanyakan hal itu. Mereka menilai hal itu berisiko merusak persatuan UE melawan Rusia.

Komisi Uni Eropa menolak mengomentari hal tersebut. Yang jelas, seorang juru bicara Komisi pernah menyatakan tidak disarankan bagi perusahaan untuk membuka rekening Rubel Rusia.



Simak Video "Putin Silahkan Finlandia dan Swedia Gabung NATO, Tapi... "
[Gambas:Video 20detik]
(hal/das)