ADVERTISEMENT

Sempat Gagal Sepakat, Uni Eropa Tetap Ngotot Embargo Minyak Rusia

Anisa Indraini - detikFinance
Senin, 30 Mei 2022 22:20 WIB
Para Pemimpin Eropa Waspadai Dampak Embargo Minyak dan Gas Rusia
Foto: DW (News): Ilustrasi: Uni Eropa terus berusaha mencapai kesepakatan embargo minyak Rusia
Jakarta -

Uni Eropa (UE) terus berusaha mencapai kesepakatan embargo minyak Rusia. Meskipun, upaya tersebut telah gagal pada Minggu (29/5) karena terhalang restu Hungaria.

Embargo minyak Rusia akan menjadi pukulan telak bagi perekonomian Hungaria karena tidak mudah mendapatkan minyak dari tempat lain. Slovakia dan Republik Ceko juga menyatakan keprihatinan yang sama.

Untuk memecahkan kebuntuan, Komisi Eropa sebenarnya sudah mengusulkan agar larangan hanya berlaku untuk minyak Rusia yang dibawa ke UE oleh kapal tanker. Dengan begitu Hungaria, Slovakia dan Ceko masih bisa menerima minyak Rusia melalui pipa Druzhba Rusia untuk beberapa waktu sampai pasokan alternatif dapat diperoleh.

Budapest sebelumnya mengisyaratkan dukungan proposal paket sanksi itu. Menurut para pejabat, pembicaraan pada Minggu (29/5) tersangkut pada kasus Hungaria yang ingin meningkatkan kapasitas pipa minyak dari Kroasia dan mengalihkan kilangnya dari menggunakan minyak mentah Ural Rusia ke minyak mentah Brent.

"Ini akan dibahas oleh utusan UE pada Senin (30/5) pagi bersama dengan masalah bagaimana memastikan persaingan yang adil, mengingat harga lebih tinggi yang akan dihadapi negara-negara anggota yang bergantung pada pengiriman minyak mentah Brent sebagai akibat dari sanksi," tutur pejabat tersebut dikutip dari Reuters, Senin (30/5/2022).

Para pemimpin UE diharapkan dapat mencapai kesepakatan pada waktunya di KTT yang berlangsung pada Senin (30/5) sore hingga Selasa (31/5) di Brussels. Kegagalan kesepakatan terkait embargo minyak Rusia kemungkinan akan digembar-gemborkan sebagai kemenangan bagi Vladimir Putin.

"Harapan saya sedikit bahwa itu akan diselesaikan dalam 48 jam ke depan. Tapi saya yakin setelah itu akan ada kemungkinan," kata Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen saat tiba di Brussels untuk menghadiri pertemuan puncak 27 pemimpin UE, dikutip dari CNBC.

Sekitar 36% impor minyak UE berasal dari Rusia. Negara yang dipimpin Putin itu adalah produsen minyak terbesar ketiga di dunia, di belakang AS dan Arab Saudi.

(aid/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT