ADVERTISEMENT

MIND ID-Antam Bentuk Anak Usaha Bikin Baterai Kendaraan Listrik

Atta Kharisma - detikFinance
Senin, 19 Sep 2022 18:09 WIB
Bahan baku baterai kendaraan listrik.
Ilustrasi/Foto: dok. MIND ID
Jakarta -

Holding tambang, Mining Industry Indonesia (MIND ID) dan Antam membentuk anak usaha yang fokus untuk mengembangkan bisnis baterai di Indonesia, yakni Indonesia Battery Company (IBC). Saat ini tengah disusun roadmap pengembangan Ekosistem EV (electric vehicle) Baterai di Indonesia, mulai dari pembuatan prototipe baterai untuk motor listrik, konsep Energi Storage System, penyiapan fasilitas pengolahan nikel dan bahan baku baterai, ekspansi kapasitas produksi hingga penguasaan teknologi baterai yang akan dicapai pada tahun 2030.

"IBC menjadi salah satu pilar penting untuk mewujudkan Energi Terbarukan di sektor EV Baterai. Selain itu juga memperkuat kemandirian kita, artinya mampu mengurangi ketergantungan terhadap impor dan mampu mengurangi emisi karbon serta subsidi dari bahan bakar," ujar Direktur Hubungan Kelembagaan MIND ID Dany Amrul Ichdan dalam keterangan tertulis, Senin (19/9/2022).

Diketahui, tren pasar atas kebutuhan baterai EV di dunia mengalami peningkatan dalam dua tahun terakhir. Diprediksi pada tahun 2035 kebutuhan baterai EV dunia mencapai 5.300 GWh yang didominasi oleh kebutuhan dari kendaraan listrik, khususnya roda empat. Permintaan baterai EV di Indonesia hingga tahun 2035 diprediksi akan mencapai 59 GWh dan didominasi dari sektor transportasi.

Dany menambahkan pasokan nikel sebagai salah satu bahan baku pembuatan EV Baterai perlu dijamin oleh pemerintah. Terlebih, bahan baku seperti graphite, lithium hydroxide, cobalt sulphate dan mangan sulphate saat ini masih sangat didominasi dari impor.

"Dengan kondisi ini IBC ditargetkan bisa menjadi market leader di Asia Tenggara sebagai penyedia EV Baterai," ucapnya.

Lebih lanjut, ia menerangkan pengembangan industri EV Baterai ini telah terdaftar sebagai Proyek Strategis Nasional sesuai dengan Permenko No.09 tahun 2022. Untuk mempercepat realisasinya, ungkap Dany, perlu dilakukan konsorsium dengan LG Energy Solution (LGES) dan dengan CBL.

Ia menyatakan area penelitian dan pengembangan akan terus dilakukan dalam rangka mewujudkan penguasaan teknologi EV Baterai. IBC turut menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta beberapa Lembaga Pendidikan Tinggi dan Universitas seperti ITB, UI, UNS dan National Battery Research Institute. Selain itu, penting pula diadakan berbagai training dan workshop guna meningkatkan kualitas SDM industri EV Baterai.

"MIND ID Mendukung penuh program pemerintah dalam membentuk ekosistem EV Baterai yang saat ini telah menjadi salah satu program strategis nasional. Perlu dukungan dan sinergi untuk mempercepat realisasinya, salah satunya dalam bentuk kebijakan insentif dan kemudahan bagi ekosistem kendaraan listrik (EV)," pungkasnya.

(prf/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT