Jelang Akhir Tahun Harga Batu Bara RI Anjlok 8,67%

ADVERTISEMENT

Jelang Akhir Tahun Harga Batu Bara RI Anjlok 8,67%

Anisa Indraini - detikFinance
Kamis, 01 Des 2022 20:45 WIB
Sejak invasi Rusia ke Ukraina, Polandia berhenti impor batu bara dari Rusia. Kini Polandia mengimpor dari negara Australia dan negara-negara lainnya.
Foto: Getty Images/Omar Marques
Jakarta -

Harga Batu bara Acuan (HBA) pada Desember 2022 ditetapkan sebesar US$ 281,48 per ton. Nilai itu turun 8,67% atau US$ 26,72 per ton dibandingkan harga pada November 2022 yang sebesar US$ 308,2 per ton.

Penurunan itu disebabkan oleh rencana India menurunkan kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Adanya kebijakan zero COVID-19 yang diterapkan China juga berdampak terhadap penurunan permintaan batu bara akibat menurunnya permintaan listrik imbas pembatasan aktivitas pabrik.

"Rencana India untuk menurunkan kapasitas PLTU dan penurunan permintaan batu bara China akibat kebijakan zero COVID menyebabkan penurunan HBA bulan ini," kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi dalam keterangan tertulis, Kamis (1/12/2022).

Produksi batu bara Tiongkok yang mengalami peningkatan namun ekonominya melambat juga menjadi faktor lain menurunnya HBA bulan ini. Agung menjelaskan ada dua faktor turunan yang mempengaruhi pergerakan HBA yaitu supply dan demand.

Pada faktor turunan supply dipengaruhi oleh season (cuaca), teknis tambang, kebijakan negara supplier, hingga teknis di supply chain seperti kereta, tongkang, maupun loading terminal.

Sementara untuk faktor turunan demand dipengaruhi oleh kebutuhan listrik yang turun berkorelasi dengan kondisi industri, kebijakan impor, dan kompetisi dengan komoditas energi lain, seperti LNG, nuklir, dan hidro.

HBA sendiri merupakan harga yang diperoleh dari rata-rata indeks Indonesia Coal Index (ICI), Newcastle Export Index (NEX), Globalcoal Newcastle Index (GCNC), dan Platt's 5900 pada bulan sebelumnya, dengan kualitas yang disetarakan pada kalori 6322 kcal/kg GAR, Total Moisture 8%, Total Sulphur 0,8%, dan Ash 15%.

Nantinya, harga ini akan digunakan secara langsung dalam jual beli komoditas batu bara (spot) selama satu bulan pada titik serah penjualan secara Free on Board di atas kapal pengangkut (FOB Vessel).

Jika melihat pergerakan sejak awal 2022, HBA sempat menyentuh nilai tertinggi pada Oktober di mana HBA terkerek hingga menyentuh level US$ 330,97 per ton. Faktor utamanya adalah kondisi geopolitik Rusia-Ukraina yang menyebabkan fluktuasi harga gas Eropa.



Simak Video "6 Orang Tewas Akibat Ledakan Tambang Batu Bara di Sawahlunto"
[Gambas:Video 20detik]
(aid/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT