Ketua Panitia IPA Convex 2024, Krishna Ismaputra mengatakan, acara ini merupakan 'lebarannya' sektor migas. Sebab, para pemangku kepentingan di sektor migas hadir di acara ini.
"Setiap itu kan (IPA Convex) kaya lebaran. Kalau Convex lebarannya orang-orang migas, tempat ngumpul, lebarannya. Yang masih kerja datang, yang udah pensiun datang, mahasiswa yang mau kerja datang," katanya di kawasan Depok, Jawa Barat seperti ditulis, Senin (29/4/2024).
Dia mengatakan, lebaran migas ini akan lewat begitu saja jika tidak digunakan sebagai promosi. Adapun misi dari gelaran ini ialah mengkomunikasikan industri migas kepada masyarakat.
"Misi yang kita bawa itu intinya kita mengkomunikasikan industri ini kepada masyarakat, stakeholders. Itu intinya," ujarnya.
Topik-topik hangat seputar migas juga akan diangkat, salah satunya mengenai investasi sektor migas. Dia menerangkan, investasi saat ini terbatas karena terbatasnya capital (modal). Pemberi pinjaman atau bank disebut-sebut mulai mengalihkan modalnya ke hal-hal yang bersifat hijau (green).
Dengan modal yang semakin sedikit, investasi mencari tempat-tempat yang menjanjikan. Dia mengatakan, adanya penemuan dua ladang migas berukuran jumbo beberapa waktu terakhir telah memikat dunia internasional.
"Momen kita ketemu dua itu, kan jadi omongan lagi di dunia internasional," ujarnya.
Hal lain yang akan diangkat ialah Carbon Capture and Storage (CCS). Pemerintah sendiri telah mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 14 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Penangkapan dan Penyimpanan Karbon. Dia mengatakan, hadirnya aturan ini menjadi momen bagi sektor migas untuk maju.
"Kita boleh fosil tapi fosil kita nggak ngeluarin emisi," katanya.
"Pabrik-pabrik atau industri-industri yang emisinya gede, yang sulit diturunkan bisa numpang inject, simpan di kita. Misalnya pembangkit batu bara, perusahaan semen segala semacam bisa inject," ungkapnya.
Simak Video "Video Prabowo Ancam Copot Bawahan yang Bikin Rumit Aturan"
(acd/rrd)