×
Ad

Perang AS vs Iran Belum Usai, Harga Minyak Diperkirakan Makin Mendidih

Anisa Indraini - detikFinance
Senin, 16 Mar 2026 08:30 WIB
Ilustrasi/Foto: REUTERS/Eli Hartman
Jakarta -

Harga minyak dunia diperkirakan terus naik karena perang Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran telah memasuki minggu ketiga. Hal itu menyebabkan gangguan pasokan minyak terbesar di dunia karena Selat Hormuz ditutup.

Harga minyak mentah Brent dan West Texas Intermediate (WTI) AS telah melonjak lebih dari 40% sepanjang bulan ini ke level tertinggi sejak 2022 setelah serangan AS-Israel terhadap Iran mendorong Teheran menghentikan pengiriman melalui Selat Hormuz. Padahal jalur tersebut penting bagi seperlima pasokan minyak global.

Presiden AS Donald Trump mendesak sekutu untuk mengerahkan kapal perang guna membantu mengamankan jalur strategis tersebut. Trump berencana mengumumkan koalisi untuk mengawal kapal melalui Selat Hormuz paling cepat minggu ini.

Trump juga mengancam serangan lebih lanjut terhadap pusat ekspor minyak Pulau Kharg Iran setelah AS menyerang target militer pada Sabtu (14/3). Ancaman tersebut memicu respons berupa pembalasan lebih lanjut dari Iran.

Drone Iran menyerang terminal minyak utama di Fujairah, Uni Emirat Arab (UEA) tidak lama setelah serangan di Kharg. Sebagai informasi, Fujairah di luar Selat Hormuz adalah jalur keluar untuk 1 juta barel per hari minyak mentah Murban andalan UEA atau setara dengan sekitar 1% dari permintaan dunia.

"Ini menandai peningkatan konflik," kata Analis JP Morgan, Natasha Kaneva dikutip dari Reuters, Senin (16/3/2026).

Selain Fujairah di UEA, terminal ekspor Ras Tanura dan fasilitas pengolahan minyak Abqaiq di Arab Saudi telah terdaftar sebagai fasilitas energi kritis dan sangat rentan di Teluk.

Pasokan minyak global diperkirakan turun 8 juta barel per hari pada Maret 2026 karena gangguan pengiriman. Sementara produsen Timur Tengah telah memangkas produksi 10 juta barel per hari, menurut Badan Energi Internasional.

Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan pihaknya telah memperkirakan perang dengan Iran berakhir dalam beberapa minggu ke depan. Pasokan minyak disebut akan pulih dan harga energi akan menurun setelahnya.

Di sisi lain, pemerintahan Trump telah menolak upaya sekutu Timur Tengah untuk memulai negosiasi diplomatik, menurut tiga sumber yang mengetahui upaya tersebut. Iran juga menolak kemungkinan gencatan senjata sampai serangan AS dan Israel berakhir.

Simak juga Video 'Trump: Harga Minyak Naik Bikin AS Raup Banyak Uang!':




(aid/ara)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork