×
Ad

Purbaya Semprot 'Ekonom Bodoh' yang Suka Asal Prediksi Harga Minyak

Retno Ayuningrum - detikFinance
Kamis, 19 Mar 2026 20:39 WIB
Foto: Ilyas Fadilah
Jakarta -

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyindir keras prediksi jika ada ekonom yang menyebut harga minyak dunia bisa tembus US$ 200 per barel. Ia menyebut proyeksi tersebut tidak realistis.

"Ekonom siapa itu? Ekonom bodoh itu, luar negeri ya? Bodoh," kata Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (19/3/2026).

Purbaya menjelaskan, secara historis harga minyak memang bisa naik tinggi, tetapi tidak akan bertahan lama di level ekstrem. Ia mencontohkan periode 2013-2014 ketika harga sempat diprediksi menembus US$200, namun hanya naik ke kisaran US$150 sebelum akhirnya jatuh.

Menurutnya, harga minyak yang terlalu tinggi justru akan memicu resesi global. Ketika resesi terjadi, permintaan (demand) akan turun drastis dan harga minyak akan anjlok.

"Kalau 200 saya bilang, ya paling mungkin sebentar, satu menit dua menit, habis itu jatuh lagi," ujarnya.

Ia menegaskan, ekonomi global tidak akan mampu bertahan dengan harga minyak setinggi itu. Penurunan permintaan akan membuat harga terkoreksi tajam, bahkan bisa kembali ke level sangat rendah.

"Kalau US$ 200, global recession akan terjadi. Kalau terjadi, demand turun, harga minyak jatuh," jelasnya.

Purbaya juga menyinggung bahwa dalam kondisi tertentu, harga minyak bahkan pernah menyentuh level sangat rendah, hingga mendekati US$15 per barel, bahkan sempat negatif di pasar forward.

Karena itu, ia menilai prediksi harga minyak US$200 tidak mempertimbangkan siklus pasar dan data historis.

"Jadi orang mesti ngerti siklus minyak itu," tegasnya.

Meski demikian, pemerintah tetap akan menyesuaikan kebijakan dengan perkembangan global. Namun, ia memastikan lonjakan harga hingga US$ 200 per barel sangat kecil kemungkinannya terjadi.




(rea/fdl)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork