Rencana pemerintah menjalankan biodiesel B50 atau campuran 50% bahan bakar nabati/CPO dan 50% solar mulai 1 Juli 2026 diprediksi menambah impor metanol.
Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Rahmad Pribadi memproyeksikan impor metanol hingga 2027 akan mencapai 2,5 juta ton. Tahun 2025 impor metanol Indonesia sebanyak 1,4 juta ton.
Impor ini terjadi karena produksi Indonesia saat ini hanya mencapai 400 ribu ton. Sementara kebutuhan saat ini mencapai 1,8 juta ton dan hingga tahun 2027 kebutuhan metanol akan mencapai 2,9 juta ton.
"Artinya hari ini import itu 1,4 juta ton. Kalau ini dinaikkan menjadi B50, maka dengan juga peningkatan sektor yang lain, kita perkirakan kebutuhan metanol itu akan tumbuh menjadi 2,9 juta ton dan tanpa ada peningkatan kapasitas produksi metanol dalam negeri, import metanol akan meningkat dari 1,4 menjadi 2,5 juta ton," jelas Rahmad dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XI DPR, Kamis (2/4/2026).
Untuk mengantisipasi lonjakan impor tersebut, Rahmad mengatakan pihaknya bersama Danantara tengah mengusulkan pembangunan dua pabrik metanol baru. Di mana masing-masing pabrik direncanakan memiliki kapasitas 1 juta ton per tahun.
Dua pabrik tersebut akan berlokasi di Aceh dan Kalimantan Timur.
"Oleh karenanya dalam konteks ini kami mohon dukungannya, kita sedang bersama dengan Danantara mengusulkan pembangunan dua pabrik metanol masing-masing berkapasitas 1 juta ton, sehingga nanti kita akan punya dari Pupuk Indonesia, 2 juta ton, dan dari swasta 400 ribu ton itu akan bisa menutup kebutuhan metanol dalam negeri," terang Rahmad.
(hrp/hns)