×
Ad

Danantara Bikin Anak Usaha buat 'Sulap' Sampah Jadi Listrik

Heri Purnomo - detikFinance
Kamis, 09 Apr 2026 22:55 WIB
Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Jakarta -

BPI Danantara melalui PT Danantara Investment Management (DIM) telah membentuk anak perusahaan baru untuk menggarap proyek Waste to Energy (WtE) atau fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

Nama perusahaanya adalah PT Daya Energi Bersih Nusantara (DENERA) Yang baru dibentuk 1 April 2026.

"Daya Energi Bersih Nusantara ini adalah perusahaan yang baru dibentuk oleh Danantara Investasi Manajemen di 1 April 2026 kemarin yang memiliki fokus untuk menjalankan program PSEL," ujar Director of Investments Danantara Investment Management, Fadli Rahman dalam acara Coffe Afternoon with Danantara di Wisma Danantara, Jakarta, Kamis (9/4/2026).

Fadli mengatakan DENERA berperan sebagai pengelola dan mempunyai porsi saham 30% fasilitas PSEL. Sementara partner dari proyek ini akan memiliki porsi saham sebesar 70%.

Ke depan DENERA juga akan menjadi perusahaan yang memperbaiki pengelolaan sampah di Indonesia, mulai dari tahap pengumpulan hingga penerapan skema pengolahan seperti Depo Pengolahan Sampah Reduce (DPSR), Depo Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (DPS3R), dan Depo Pengolahan Sampah Terpadu (DPST).

"Dan kita juga akan fokus ke depannya akan mengembangkan untuk sampah-sampah selain sampah rumah tangga, seperti, sampah industri bahkan sampah yang berbahaya," ujarnya.

Mulai Pembangunan Proyek Sulap Sampah Jadi Listrik

BPI Danantara menargetkan pembangunan 3 proyek Waste to Energy (WtE) atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) paling telatnya pada Juli 2026. Maksimal telatnya pada Juli 2026 pada Juni atau Juli 2026. Empat proyek tersebut akan berada di Bekasi, Denpasar, dan Bogor.

"Groundbreaking itu bisa dilakukan kapan saja dari April sampai bulan Juni. Cuma yang lebih penting adalah kapan ini mulai dibangun. Target kita ini mulai dibangun di akhir Juni, awal Juli paling telat," ungkap Fadli saat ditemui di Graha Mandiri, Jumat (6/3/2026).

Fadli mengatakan pada proses pembangunan proyek sulap sampah jadi listrik ini akan memakan waktu hingga 2 tahun. Namun untuk dua proyek pertama, di Bekasi dan Denpasar yang memang sudah memiliki mitra tersebut menyanggupi pembangunannya lebih cepat.

"Kebetulan keduanya memang komitmennya lebih cepat. Janjinya by 2027 akhir itu kita terbangun, sudah COD. Untuk di Bekasi di awal 2028," ungkap Fadli.




(hrp/hns)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork