×
Ad

Jurus RI Genjot Produksi Sumur Minyak Tua

Heri Purnomo - detikFinance
Selasa, 21 Apr 2026 15:33 WIB
Ilustrasi sumur minyak tua.Foto: Achmad Niam Jamil/detikJateng
Jakarta -

SKK Migas terus mendorong peningkatan produksi migas nasional. Salah satu upaya yang digencarkan bersama kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) adalah program Triple 100, yang mencakup 100 sumur eksplorasi, 100 multi-stage fracturing (MSF), dan 100 tambahan sumur pengembangan.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Deputi Eksplorasi, Pengembangan, dan Manajemen Wilayah Kerja SKK Migas Rikky Rahmat Firdaus, mengatakan penerapan teknologi MSF menjadi langkah strategis dalam mengoptimalkan potensi lapangan migas, termasuk lapangan yang telah berumur dan memiliki kualitas reservoir rendah (low quality reservoir) dan cadangan yg masih cukup besar.

Hal ini diungkapkannya saat melakukan kunjungan kerja ke proyek sumur Multi Stage Fracturing (MSF) BLSE-050 di lapangan Balam South East yang dikelola PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) di Wilayah Kerja (WK) Rokan, Provinsi Riau.

"Program MSF ini merupakan salah satu upaya nyata untuk meningkatkan produksi dari lapangan-lapangan low quality reservoir. Melalui teknologi ini, kita dapat membuka jalur aliran minyak yang sebelumnya sulit diproduksikan, sehingga potensi yang ada dapat dimanfaatkan secara lebih optimal," ujar Rikky dalam keterangan tertulis, Selasa (21/4/2026).

Ia menambahkan, SKK Migas juga memastikan dukungan dari sisi peralatan, percepatan pembebasan lahan, hingga penguatan kapasitas operasional guna mencapai target 15 sumur MSF pada 2026. Program ini diharapkan memberi kontribusi signifikan terhadap produksi migas nasional.

"Kami terus mendorong percepatan pelaksanaan program ini dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan, efisiensi biaya, dan keandalan operasi," tambahnya.

Sementara itu, General Manager PHR Zona Rokan, Andre Wijanarko, menjelaskan program MSF merupakan salah satu strategi utama untuk meningkatkan produksi pada lapangan dengan karakteristik low quality reservoir, yaitu kondisi batuan yang membuat minyak sulit mengalir secara alami ke sumur. Untuk mengatasinya, digunakan teknologi fracturing atau perekahan batuan dengan tekanan tinggi guna membuka jalur aliran minyak.

Metode ini dilakukan secara bertahap (multi stage fracturing) pada sumur horizontal, sehingga aliran hidrokarbon dapat lebih optimal dan produksi meningkat.

Andre mengungkap, pada tahun 2026 direncanakan sebanyak 15 sumur MSF akan dieksekusi, yang tersebar di tiga lapangan utama, yakni Balam South East, Bangko, dan Kotabatak, masing-masing sebanyak lima sumur.

Adapun sumur MSF merupakan sumur high profile yang artinya sumur-sumur ini diharapkan menghasilkan produksi yang tinggi, disamping tantangan operasional dan biaya yang juga tinggi. Untuk itu PHR berupaya semaksimal mungkin memastikan sumur MSF diselesaikan dengan sebaik-baiknya untuk mencapai hasil yang maksimal.

"Hingga saat ini, dua sumur pertama tahun ini telah menyelesaikan fracturing stage 1 dan tengah bersiap memasuki stage berikutnya, yang direncanakan hingga 8 stages, dan onstream diharapkan di akhir Mei. Selain itu, terdapat dua sumur yang masih dalam proses pengeboran serta empat sumur yang telah siap untuk dibor," paparnya.

Simak juga Video 'Bahlil soal RI Beli Minyak ke Rusia: Boleh Belanja di Mana Saja':




(hns/hns)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork