×
Ad

Amran Pamer Stok Beras 5 Juta Ton ke Pengamat di Gudang Bulog

Ilyas Fadilah - detikFinance
Kamis, 23 Apr 2026 12:12 WIB
Mentan Amran pamer ke pengamat stok beras 5 juta ton di Gudang Bulog, Karawang. Foto: Ilyas Fadilah/detikFinance
Jakarta -

Cadangan beras Bulog berhasil menyentuh level tertinggi sepanjang sejarah. Per hari ini, tercatat stok beras di gudang Bulog mencapai 5 juta ton.

Hal ini menjadi temuan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dan Dirut Bulog Ahmad Rizal Ramdhani saat mengecek gudang beras Bulog di JDP Karawang 1 Logistic Park, Jawa Barat. Dia juga memamerkan temuan itu kepada pengamat yang ikut diajak langsung ke Gudang Bulog, mulai dari Ichsanuddin Noorsy, Hendri Satrio, hingga Ujang Komarudin.

"Hari ini Alhamdulillah hari di mana kebahagiaan petani itu tercapai. Kenapa, karena produksinya meningkat tentu pendapatannya meningkat. Kita mencapai stok Bulog 5.000.198 ton. Ini tertinggi sepanjang sejarah dan selama kita merdeka," kata Amran di Karawang, Kamis (23/4/2026).

Amran menjamin data stok beras tersebut tidak bisa dimanipulasi karena berisiko hukum. Dia menyebut angka yang disampaikan sesuai dengan kondisi riil di lapangan, mengingat data tersebut juga diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

"Kita suportif, transparan. Tidak boleh mengatakan ini 5 juta ton padahal 4 juta ton. Tahu nggak risikonya kalau kita mengatakan 5 juta tiba-tiba kita cek diaudit BPK, terus itu terjadi 4 juta, atau 4,5 juta, atau 4,9 juta, itu konsekuensinya hukum. Sanksi pidana. Ini tidak boleh bermain-main," jelas Amran menegaskan.

Menurutnya, data stok beras tidak hanya berasal dari pemerintah, tetapi juga merujuk pada berbagai sumber seperti Badan Pusat Statistik (BPS), Food and Agriculture Organization (FAO), hingga data internasional lainnya. Dia pun mempersilakan publik untuk mengecek langsung kondisi gudang Bulog di seluruh Indonesia sebagai bentuk transparansi pemerintah.

"Silakan cek, boleh cek seluruh gudang-gudang di seluruh Indonesia, tanpa kecuali. Kami meminta Dirut Bulog memberi ruang agar temen-temen kita yang ingin melihat langsung," sebut Amran.

Selain itu, Amran mengungkapkan kapasitas gudang Bulog saat ini hanya sekitar 3 juta ton. Dengan kondisi stok yang mencapai 5 juta ton, Bulog harus menyewa gudang tambahan sekitar 2 juta ton dari pihak swasta dan seluruhnya sudah terisi. Khusus di lokasi JDP Karawang 1, Bulog menyewa gudang dengan kapasitas 102 ribu ton, dengan realisasi pengisian saat ini sekitar 80 ribu ton.

"Kemudian Bulog gudangnya yang tersedia hanya 3 juta ton. Tetapi berasnya 5 juta ton sehingga harus sewa gudang 2 juta ton dan semua sudah penuh. Khusus di tempat ini sudah sewa gudang 102 ribu ton, yang terisi 80 ribu ton," ujar Amran.

Amran menambahkan, stok beras di hotel, restoran dan kafe atau horeka diperkirakan mencapai 12,5 juta ton. Sementara standing crop atau potensi produksi beras saat ini berada di kisaran 11 juta ton.

Tonton juga video "Ekspor 2.200 Ton Beras Bulog untuk Jemaah Haji Terancam Batal"




(ily/hal)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork