×
Ad

Selain DME, CNG Jadi Andalan Gantikan LPG

Andi Hidayat - detikFinance
Selasa, 28 Apr 2026 22:42 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil LahadaliaFoto: Dok. BPMI Sekretariat Presiden
Jakarta -

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah saat ini tengah mengkaji rencana pemanfaatan Compressed Natural Gas (CNG) menjadi substitusi atau pengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG).

Rencana ini merupakan upaya optimalisasi gas domestik untuk mempercepat kemandirian energi. Diketahui saat ini konsumsi LPG nasional mencapai 8,6 juta ton per tahun, di mana sekitar 7 juta ton dipenuhi dari impor.

"Sekarang lagi masih dalam pembahasan, yang tadi saya laporkan, adalah kita membuat CNG. Tapi ini masih dalam pembahasan, saya harus finalisasi, dan ini salah satu alternatif terbaik untuk kita mendorong agar kemandirian energi kita di sektor LPG bisa dapat kita lakukan," ujar Bahlil dalam keterangan tertulis Kementerian ESDM, Selasa (27/4/2026).

Bahlil menjelaskan, bahan baku CNG dapat dipenuhi dari industri domestik, yakni gas cair C1 dan C2, yang dipadatkan mencapai tekanan tertentu. C1-C2 ini merupakan gas alam (natural gas) yang didominasi oleh komponen metana dan etana, yang dicairkan untuk mempermudah penyimpanan dan transportasi.

"Kalau CNG itu adalah dari gas, tapi dia dari gas cair C1, C2. Itu industri di dalam negeri kita banyak. Tetapi dia memakai satu alat yang kemudian bisa ditekan sampai dengan 250 sampai 400 bar, tekanannya. Sehingga pemakaiannya itu bisa baik. Tapi sekali lagi ini masih dalam tahap konsolidasi agar kita bisa mencapai hasil yang lebih baik," jelas Bahlil.

Adapun saat ini, hanya terdapat 57 Badan Usaha Niaga yang bergerak di bidang CNG. Komoditas ini juga banyak dimanfaatkan oleh industri perhotelan, restoran, dan sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG).

"Tapi kalau untuk CNG, itu sebagian sudah dipakai. Untuk hotel, restoran, itu sudah dipakai. Sebagian SPBG sudah juga dipakai. Bahan bakunya Adapun saat ini, hanya terdapat 57 Badan Usaha Niaga yang bergerak di bidang CNG. tidak kita impor, semuanya dalam negeri. Nah ini yang coba kita, kita cari alternatif. Karena di era geopolitik yang tidak menentu, kita harus mencari formulasi untuk mencapai survival mode. Semua produksi yang ada di dalam negeri, itu yang kita prioritaskan," jelas Bahlil.




(ahi/hns)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork