Presiden Prabowo Subianto menantang tiga menterinya untuk segera merealisasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 gigawatt (GW) dalam dua tahun. Hal ini seiring dengan ungkapan Prabowo soal Indonesia yang tengah dibicarakan dunia, pasca-peresmian Biosolar B50.
Sebanyak tiga menteri yang ditantang Prabowo adalah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto; Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia; dan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani. Prabowo menyampaikan, wacana menggeber PLTS 100 GW ini seiring dengan klaim Indonesia juga jadi buah bibir oleh elite dunia perihal menekan emisi karbon.
"Kita dibicarakan di dunia, kenapa? Kita leading dalam apa? Dalam mengurangi emisi karbon. Mereka tahu kita punya program B50 tadi. Berapa emisi kita hemat? 44 juta ton CO2 ekuivalen. Kita juga sudah diketahui oleh tim dunia, kita akan bangun 100 gigawatt tenaga surya. Tahun ini PLN akan mulai dengan 17 gigawatt tahun ini," ujarnya beberapa waktu lalu di Karawang, ditulis Sabtu (11/7/2026).
"100 gigawatt dalam dua tahun. Bisa Pak Rosan? Kok kurang keras, bisa? Bisa. Menteri Ekon, Menko bisa? Bisa. Menteri ESDM, bisa? Aku tidak tanya 'laksanakan', bisa nggak? Iya, bisa lah ya," tambah dia sambil menunjuk jajaran menterinya.
Di sisi lain, Prabowo mengungkap ada kemungkinan wacana ini akan dipandang sebelah mata oleh sejumlah pakar. Dia tak menampik, pemerintah akan diragukan oleh sejumlah pihak dalam proses merealisasikan program PLTS 100 GW ini.
"Dan kita akan di-'kenyek'. Saya kasih tahu, siap-siap, kita akan dihujat. Pakar-pakar yang pinter-pinter itu akan bilang, 'mana mungkin?'. Ya 'kan? Mana Mungkin?" ucapnya lanjut.
Prabowo justru menekankan yang masih sulit bagi Indonesia adalah tembus ajang bergengsi sepak bola, Piala Dunia. Padahal di sisi lain, dalam mencetak bahan bakar minyak (BBM) jenis baru, B50, sudah bisa dilakukan Indonesia.
"Yang masih kita sulit adalah masuk Piala Dunia, nah itu saya masih resah. Jadi saya resah, terus terang saja saya resah. Kita bisa (bikin) B50, tapi tidak bisa masuk Piala Dunia, saya masih tidak puas. Bagaimana caranya masuk Piala Dunia? Saudara-saudara, jangan anggap enteng, sepak bola itu kehormatan, ya," pungkasnya.
(ach/ara)