Pemerintah menargetkan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) atau waste to energy mulai beroperasi pada 2027 hingga 2028. Pembangunan proyek Proyek 'sulap' sampah jadi listrik ini sedang berlangsung di sejumlah daerah.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengatakan saat ini pemerintah bersama BPI Danantara terus mendorong percepatan pembangunan fasilitas PSEL di sejumlah lokasi prioritas. Hal ini sejalan dengan mandat dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2025.
Menurutnya pada fase pertama terdapat 24 perusahaan yang mengikuti proses bidding setelah diseleksi dari ratusan peminat. Di mana perusahaan-perusahaan terpilih ini akan ikut membangun fasilitas pengolah sampah dengan kapasitas minimal 1.000 ton per hari.
"Ini ada 24 (perusahaan). Tapi ini di kota-kota besar gabungan, jadi satu PSEL itu bisa 2-3 kota. Karena dia harus 1.000 ton ke atas," kata Zulhas dalam acara Waste to Energy Talks, Jakarta Pusat, Kamis (16/7/2026).
Dalam pelaksanaannya, fasilitas-fasilitas ini mulai dibangun pada 2026 dan 2027 dengan target rampung sekitar 18 bulan. Sebagai contoh ada pembangunan proyek PSEL di Denpasar Raya, Bali resmi dimulai bulan ini.
"Saya berani 2027-2028 yang waste to energy, yang mengubah sampah jadi energi listrik, bisa kita atasi. Mudah-mudahan Insyaallah," tegasnya.
Menurutnya jika fasilitas PSEL ini rampung dan beroperasi penuh, secara nasional 22,5% persoalan sampah di Indonesia dapat terselesaikan. Sementara 77,5% lainnya akan diselesaikan dengan metode yang berbeda.
"Ini baru menyelesaikan 22,5%, masih ada 77,5% lagi. Nah, 77,5% itu yang sampahnya di bawah 1.000 (ton), ada yang 500, 300. Tentu itu penyelesaiannya berbeda karena dia skala ekonominya nggak cukup pakai teknologi ini," papar Zulhas.
Tonton juga video "Jampidsus Bantah Terkait dengan Blackout Listrik"
(fdl/fdl)