×
Ad

Bos MIND ID Ungkap Biang Kerok Kerusuhan hingga Kantor PT Timah Dibakar

Ilyas Fadilah - detikFinance
Selasa, 15 Sep 2026 15:38 WIB
Foto: Retno Ayuningrum
Jakarta -

Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin, mengungkap penyebab insiden pembakaran kantor PT Timah di Belitung pada 7 Agustus 2026 lalu. Menurut Maroef, salah satu pemicunya adalah pembayaran jasa pertambangan kepada masyarakat yang tidak dapat dilakukan.

Maroef menyebut pembayaran terkendala lantaran kuota Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) PT Timah di Belitung sudah habis. Di sisi lain, kegiatan jasa pertambangan masyarakat masih terus berlangsung.

"Adapun tidak terlaksananya pembayaran tersebut akibat dampak dari kuota RKAB PT Timah di Belitung yang telah habis terpakai di saat kegiatan jasa pertambangan masih tetap berlangsung," jelas Maroef dalam rapat dengan Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Untuk mengatasi persoalan tersebut, MIND ID bersama PT Timah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah dan masyarakat. Pemerintah kemudian menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2026.

Beleid tersebut menjadi dasar hukum bagi PT Timah untuk melakukan perbaikan tata kelola pertambangan timah di Belitung. Beberapa hal yang diatur antara lain perbaikan tata kelola wilayah izin usaha pertambangan (IUP) PT Timah hingga percepatan penguatan tata kelola.

Perpres juga mengatur perolehan komoditas timah dari luar wilayah IUP PT Timah serta produksi di atas kuota RKAB khusus di Belitung selama proses pembenahan berlangsung.

"Tiga, ketentuan perolehan komoditas timah dari luar wilayah izin usaha pertambangan PT Timah, dan keempat, ketentuan produksi di atas kuota RKAB, khususnya untuk wilayah Belitung selama proses perbaikan tata kelola," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Masyarakat penambang pasir timah menyampaikan unjuk rasa di kantor operasional PT Timah di Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur (Beltim). Mereka menuntut agar pihak perusahaan kembali membeli pasir timah hasil tambang masyarakat yang beberapa minggu terakhir pembeliannya tersendat.

Lokasi unjuk rasa berlangsung tepatnya di Desa Lenggang. Namun sebelum sempat ditemui oleh pihak perusahaan, emosi massa tak terbendung dan berbuat anarkis. Mereka tampak membakar sejumlah barang hingga apinya merembet ke gedung unit PT Timah dan terbakar.

Simak juga Video PT Timah Buka Suara soal Aksi Demo Ricuh Penambang di Belitung Timur




(acd/acd)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork