Elon Musk Umumkan Beli Tesla Nggak Bisa Lagi Pakai Bitcoin

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 13 Mei 2021 11:33 WIB
Elon Musk founder, CEO, and chief engineer/designer of SpaceX speaks during a news conference after a Falcon 9 SpaceX rocket test flight to demonstrate the capsules emergency escape system at the Kennedy Space Center in Cape Canaveral, Fla., Sunday, Jan. 19, 2020. (AP Photo/John Raoux)
Foto: AP
Jakarta -

Tesla mengumumkan tak lagi menerima Bitcoin sebagai alat pembayaran untuk pembelian mobil. Chief Executive Tesla Elon Musk mengatakan dirinya khawatir dengan harga Bitcoin yang berfluktuasi.

Dikutip dari Reuters, Elon Musk mencuit harga Bitcoin turun lebih dari 10% selama kurang dari dua bulan setelah ia mengumumkan penggunaan bitcoin sebagai alat pembayaran.

Tak hanya bitcoin, Ethereum juga merosot tajam dan belum kembali normal. Memang penggunaan bitcoin untuk pembelian Tesla bertolak belakang dengan Musk yang dikenal sebagai seseorang yang mencintai lingkungan.

Namun, Elon Musk tetap mendukung penggunaan cryptocurrency sebagai alat pembayaran. Sejumlah investor Tesla bersama dengan pecinta lingkungan mengkritisi Musk.

Mereka menyampaikan fakta Bitcoin ditambang dengan menggunakan energi listrik dalam jumlah besar yang dihasilkan dari bahan bakar fosil. Elon Musk mendukung pernyataan tersebut, batu bara adalah emisi bahan bakar terburuk. "Cryptocurrency adalah ide cemerlang untuk masa depan, dan ini tidak baik untuk lingkungan," cuitnya.

Beberapa jam kemudian, saham Tesla turun 1,25%. Sebelumnya pada Februari lalu, Tesla membeli US$ 1,5 miliar Bitcoin sebelum menerimanya sebagai pembayaran pembelian mobil pada Maret lalu. Hal ini membuat harga Bitcoin naik 20%.

Tesla tetap akan mempertahankan kepemilikan Bitcoinnya hingga proses penambangan bisa menggunakan sumber energi yang berkelanjutan.

Memang Bitcoin ditambang dengan komputer bertenaga tinggi yang kompleks dan membutuhkan energi yang besar. Saat ini energi dari komputer masih bergantung pada bahan bakat fosil, terutama batu bara.

Analis pasar dari perusahaan perdagangan mata uang OANDA Edward Moya mengungkapkan dampak lingkungan dari penambangan bitcoin ini adalah salah satu risiko besar untuk pasar kripto.

Kepala Strategi di CoinShares Group Meltem Demirors mengungkapkan jika Tesla tak mungkin menjual banyak. Jika ada mobil yang menggunakan bitcoin dan backflip akan membuat proses pembayaran jadi lebih sederhana.

"Elon akan mendapatkan banyak kritikan soal ini, tapi dia akan tetap menyimpan Bitcoin di neracanya," ujar dia.

(kil/hns)